32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

Muhamad Yasir

Rabu, 15 Juli 2026 | 11:22 WIB
32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud
Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Isayas Tigi. [Ceposonline.com]
baca 10 detik
  • Isayas Tigi, Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, akan memasuki masa pensiun pada 4 Oktober 2026 mendatang.
  • Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan program pendidikan gratis untuk memperluas akses serta meringankan beban ekonomi masyarakat.
  • Kebijakan sekolah gratis tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan anak-anak di Papua.

Suara.com - Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri sebagai guru, Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, Isayas Tigi, akhirnya menyaksikan impian yang selama ini dinantikannya menjadi kenyataan: pendidikan gratis bagi anak-anak Papua Tengah.

Menjelang masa pensiunnya pada Oktober 2026, Isayas mengaku bersyukur karena Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadirkan program sekolah gratis yang dinilainya mampu membuka akses pendidikan lebih luas sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026), Isayas mengenang perjalanan panjangnya sebagai pendidik.

Ia memulai karier sebagai guru di Kabupaten Biak Numfor pada 1992 sebelum kembali ke daerah asal dan mengajar di SMP Negeri 1 Kamuu pada 2007. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi kepala sekolah dan akan mengakhiri masa baktinya sebagai aparatur sipil negara pada 4 Oktober 2026.

"Secara administrasi, saya akan pensiun pada 4 Oktober 2026," tutur Isayas dikutip Suara.com dari Ceposonline.com.

Selama 32 tahun mengajar, Isayas menyaksikan berbagai perubahan dalam dunia pendidikan. Ia masih mengingat masa ketika sekolah bergantung pada iuran komite dan bantuan pemerintah pusat karena belum adanya otonomi daerah.

Kini, menurutnya, pembangunan pendidikan berkembang jauh lebih pesat hingga mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses.

"Sekarang sudah jauh berbeda. Dengan otonomi daerah, pembangunan semakin cepat dan menjangkau daerah-daerah yang dulu sulit dijangkau," unghkapnya.

Meski banyak perubahan terjadi, Isayas mengingatkan bahwa tugas utama seorang guru tetap mendidik generasi muda. Baginya, kesejahteraan guru memang penting, tetapi tidak boleh menggeser tanggung jawab utama dalam membentuk masa depan anak-anak.

baca juga

"Tugas utama guru adalah mengajar karena pendidikan menentukan masa depan generasi kita," tegasnya.

Di penghujung masa pengabdiannya, Isayas mengaku paling bersyukur karena dapat menyaksikan lahirnya program pendidikan gratis di Papua Tengah.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi harapan baru bagi banyak keluarga yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas program pendidikan gratis ini. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan di sekolah. Harapan kami, ke depan program ini terus ditingkatkan karena kebutuhan sekolah masih cukup besar," ujarnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Deinas Geley saat dilantik di Istana Merdeka Jakarta, beberapa waktu lalu. [Antara]
Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan Deinas Geley saat dilantik di Istana Merdeka Jakarta, beberapa waktu lalu. [Antara]

Saat ini, SMP Negeri 1 Kamuu memiliki sekitar 470 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pembiayaan sekolah tergolong besar.

Karena itu, Isayas meyakini manfaat sekolah gratis akan paling dirasakan keluarga di Papua yang umumnya memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.

"Selama ini banyak orang tua harus membiayai dua, tiga bahkan lima anak dalam satu keluarga. Belum lagi ada yang ikut menanggung anak saudara atau keluarga lainnya. Dengan adanya pendidikan gratis ini, sedikit demi sedikit beban mereka bisa berkurang," katanya.

Menurut Isayas, pendidikan gratis bukan sekadar menghapus biaya sekolah, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Papua karena memberi kesempatan kepada anak-anak belajar tanpa dibayangi persoalan ekonomi.

Ia berharap program tersebut terus dilanjutkan agar semakin banyak anak Papua memperoleh pendidikan yang layak dan mampu menjadi generasi yang membangun daerahnya sendiri.

Isayas juga turut menyampaikan doa kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley yang menggagas program sekolah gratis tersebut.

"Saya mendoakan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Papua Tengah selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan kekuatan oleh Tuhan agar terus melakukan hal-hal baik bagi masyarakat, khususnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak Papua," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:01 WIB

Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru

Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:13 WIB

Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:48 WIB

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

×