Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 20 Juli 2026 | 17:55 WIB
Piala Dunia 2026: Mengapa Turnamen ini Disebut berpotensi Jadi yang Paling Tinggi Emisinya?
Pemain Argentina berdiri di lapangan usai pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). [@AFASeleccionEN via X]

Suara.com - Piala Dunia 2026 diperkirakan berpotensi menjadi turnamen sepak bola dengan jejak karbon tertinggi sepanjang sejarah.

Laporan lembaga think tank New Weather Institute memperkirakan ajang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu dapat menghasilkan sekitar 9 juta metrik ton emisi karbon dioksida ekuivalen (COe), sebagian besar berasal dari perjalanan udara tim, ofisial, dan suporter.

Laporan tersebut menyebut format baru Piala Dunia menjadi salah satu penyebab utama. Untuk pertama kalinya, turnamen akan diikuti 48 tim, naik dari 32 tim pada edisi sebelumnya, dengan pertandingan tersebar di 16 kota tuan rumah di tiga negara.

Kondisi ini diperkirakan meningkatkan kebutuhan perjalanan lintas negara dan antarkota secara signifikan.

Rodri dinobatkan sebagai peraih Bola Emas Piala Dunia 2026 usai membawa Spanyol juara. Ia mengungguli Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam penghargaan individu. [Dok. FIFA]
Rodri dinobatkan sebagai peraih Bola Emas Piala Dunia 2026 usai membawa Spanyol juara. Ia mengungguli Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam penghargaan individu. [Dok. FIFA]

Peneliti menilai FIFA menghadapi tantangan besar dalam memenuhi target iklimnya sendiri. Organisasi sepak bola dunia itu sebelumnya berkomitmen memangkas emisi hingga 50 persen pada 2030 dan mencapai emisi nol bersih (net zero) pada 2040.

Namun, skala turnamen yang terus membesar dinilai membuat target tersebut semakin sulit dicapai.

Laporan itu juga menyoroti minimnya transparansi FIFA terkait pelaporan emisi. Setelah mendapat kritik atas klaim bahwa Piala Dunia Qatar 2022 merupakan turnamen netral karbon pertama, FIFA dinilai tidak lagi menetapkan target emisi secara terbuka maupun merilis data emisi turnamen secara rutin.

"Tidak ada tanda-tanda metodologi standar untuk menghitung emisi gas rumah kaca yang sebelumnya dijanjikan. Bahkan, persyaratan penilaian jejak karbon dalam proses penawaran tuan rumah justru mengalami kemunduran," kata peneliti Cool Down Sport for Climate Action Network, Freddie Daley, yang turut menyusun laporan tersebut.

Ia menambahkan bahwa target iklim FIFA bahkan belum mencakup emisi dari turnamen yang diselenggarakannya sendiri, padahal ajang tersebut merupakan sumber emisi terbesar organisasi itu.

baca juga

Respons FIFA

FIFA membantah anggapan bahwa isu keberlanjutan diabaikan. Melalui juru bicaranya, organisasi tersebut mengatakan strategi keberlanjutan Piala Dunia 2026 tetap berfokus pada pengurangan emisi, efisiensi penggunaan sumber daya, dan meninggalkan dampak positif bagi kota-kota tuan rumah.

Menurut FIFA, sejumlah stadion yang digunakan telah memiliki sertifikasi bangunan berkelanjutan. Organisasi itu juga berupaya mengurangi penggunaan generator diesel, meningkatkan sistem daur ulang, serta mendorong penggunaan transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda selama turnamen berlangsung.

Selain itu, FIFA menyatakan mendukung program penanaman satu juta pohon melalui proyek reboisasi dan kegiatan berbasis komunitas di seluruh Amerika Utara, termasuk di 16 kota penyelenggara.

Meski demikian, para peneliti menilai langkah-langkah tersebut belum cukup untuk mengimbangi lonjakan emisi yang diperkirakan muncul akibat bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya mobilitas global selama Piala Dunia 2026.

Menurut mereka, tantangan terbesar bukan hanya membuat turnamen lebih ramah lingkungan, tetapi juga memastikan ambisi iklim FIFA sejalan dengan ekspansi kompetisi yang terus berlangsung.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 16:10 WIB

Dari Sasaran Kritik Menjadi Pahlawan, Ini Ucapan Menyentuh Ferran Torres

Dari Sasaran Kritik Menjadi Pahlawan, Ini Ucapan Menyentuh Ferran Torres

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 16:00 WIB

5 Kesamaan Argentina di Final Piala Dunia 1990 dan 2026: Kutukan Bintang hingga Kartu Merah

5 Kesamaan Argentina di Final Piala Dunia 1990 dan 2026: Kutukan Bintang hingga Kartu Merah

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×