- Puslabfor Polri kembali menyita 30 item senjata angin serta amunisi di Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Jakarta Selatan.
- Polisi sebelumnya mengamankan 995 senapan angin impor dan satu senjata api terdaftar atas nama pemilik yang telah meninggal dunia.
- Penyidik gabungan mendalami tujuan penyimpanan senjata serta dugaan temuan narkotika dan CD porno di sekolah tersebut.
Suara.com - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kembali menemukan puluhan item terkait senjata saat menyisir gudang dan sejumlah ruangan di Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech menyebut total barang bukti yang ditemukan sebanyak 30 item. Barang bukti berupa senjata angin, amunisi hingga suku cadang tersebut telah dibawa penyidik untuk pendalaman lebih lanjut.
"Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor, yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi, dan sparepart-nya," kata Alpino dikutip Selasa (11/8/2026).
Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi barang yang berpotensi membahayakan di lingkungan sekolah.
Dua tim Puslabfor diterjunkan untuk memeriksa sejumlah ruangan, mengambil sampel, serta menelusuri kemungkinan keberadaan barang lain yang berkaitan dengan senjata api, senjata angin, amunisi dan suku cadangnya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi masih menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan senjata.
"Hasil temuannya masih sama, ada airsoft gun, ada juga amunisi, ada juga magasin airsoft gun, dan sparepart dari senjata, contohnya sasaran tembak dan gagang senjata," ungkap Alpino.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) kali ini, petugas memeriksa tiga ruangan, yakni bekas ruangan Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana Yayasan.
Olah TKP tersebut melibatkan tim gabungan dari Inafis, Puslabfor, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Dalami Tujuan Impor dan Penyimpanan Senjata
Temuan terbaru ini menambah daftar barang terkait senjata yang sebelumnya ditemukan di lingkungan sekolah tersebut. Polda Metro Jaya telah memastikan 995 pucuk barang yang sebelumnya diamankan bukan senjata api, melainkan senapan angin yang diduga berasal dari kegiatan impor.
Ratusan senapan angin itu terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 revolver angin kaliber 4,5 milimeter.
Polisi turut menemukan dokumen impor terkait senapan angin dan airsoft gun, tetapi masih mendalami tujuan pengadaan serta alasan penyimpanannya dilakukan di lingkungan sekolah.
Penyidik juga mendalami apakah pemilik telah melaporkan lokasi penyimpanan barang tersebut kepada kepolisian sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran administratif, importir dapat dikenai sanksi hingga pencabutan izin impor.
Dalam penyelidikan ini, polisi juga akan meminta keterangan mantan Ketua Yayasan Indra Wargadalem alias IWD untuk menelusuri asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi, serta tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut.
Sebelumnya, muncul klaim bahwa senjata yang ditemukan berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Namun, polisi belum menemukan bukti yang mengaitkan 995 pucuk senapan angin tersebut dengan aktivitas ekstrakurikuler sekolah.
Satu Senjata Api Terdaftar Atas Nama Orang yang Telah Meninggal
Di antara ribuan barang yang ditemukan, polisi memastikan terdapat satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Senjata tersebut terdaftar atas nama seseorang berinisial DS yang telah meninggal dunia pada 2020.
“995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Ini sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, ratusan senapan angin telah diamankan di gudang Subdit Pengawasan Senjata dan Bahan Peledak Ditintelkam Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
Selain temuan senjata, polisi juga masih mendalami barang-barang lain yang ditemukan di lokasi, termasuk dua linting yang diduga ganja, satu paket yang diduga sabu, dan sejumlah CD porno.
Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap asal-usul seluruh barang tersebut serta alasan gudang di lingkungan sekolah digunakan sebagai tempat penyimpanan.