7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB
7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet
Peta wilayah Laut China Selatan dengan versi baru klaim China berupa 10 garis putus-putus (ten-dash ilne). [Foto: Sino Press]
baca 10 detik
  • Tujuh ABK WNI di Kapal MV Star Janet berhasil diselamatkan dari krisis mati listrik dan badai.

  • Kerusakan generator kapal selesai diperbaiki pada akhir Juli 2026 berkat bantuan teknis berlanjut.

  • Tunggakan gaji para ABK WNI disepakati cair penuh pada pertengahan Agustus 2026.

Suara.com - Tujuh anak buah kapal WNI di Kapal MV Star Janet dipastikan aman di wilayah Guishan setelah sempat terjebak mati listrik dan cuaca ekstrem di Laut China Selatan. Kepastian hak gaji mereka yang sempat tertunda kini juga telah menemui titik terang lewat kesepakatan terbaru dengan pihak pemilik kapal.

Diplomasi intensif antara otoritas Indonesia dan Tiongkok berhasil mengamankan seluruh kru dari ancaman keselamatan jiwa sekaligus krisis logistik di tengah perairan. Penanganan lintas negara ini membuktikan efektivitas pemantauan ketat terhadap keselamatan pekerja migran di sektor maritim internasional.

Langkah cepat penyelamatan ini dilakukan langsung oleh Maritime Safety Administration Guangdong bekerja sama dengan perwakilan RI di Guangzhou sejak laporan pertama diterima pertengahan Mei lalu. Seluruh awak kapal kini dalam kondisi selamat setelah kapal berhasil ditarik keluar dari zona bahaya badai.

Salah satu peta wilayah Laut China Selatan dengan penandaan 9 garis putus-putus (nine-dash line) yang diklaim China. [Foto: Wikimedia/CIA Asia Maps]
Salah satu peta wilayah Laut China Selatan dengan penandaan 9 garis putus-putus (nine-dash line) yang diklaim China. [Foto: Wikimedia/CIA Asia Maps]

"Melalui koordinasi tersebut, pihak MSA berhasil menyelamatkan Kapal MV Star Janet dari Siklon Tropis Butterfly dan membawanya ke tempat yang aman di wilayah Guishan," kata Direktur PWNI Kemlu Heni Hamidah dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Masalah utama bermula dari kerusakan mesin pembangkit listrik utama yang membuat kapal kehilangan daya operasional secara total. Dampak kerusakan teknis ini langsung menghentikan sistem pendingin bahan makanan serta memutus akses komunikasi para awak dengan dunia luar.

Bagaimana Proses Perbaikan dan Pemenuhan Hak ABK WNI Berjalan?

Proses pemulihan armada membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan mendatangkan teknisi khusus langsung ke lokasi lego jangkar kapal. Upaya perbaikan marathon tersebut akhirnya selesai secara menyeluruh pada penghujung bulan lalu.

Selain kendala mesin, muncul persoalan baru terkait pemenuhan hak finansial para pekerja kapal asal Indonesia tersebut. Pihak perwakilan Indonesia langsung pasang badan untuk menuntut penyelesaian tunggakan pembayaran dari manajemen perusahaan pelayaran.

Hasil negosiasi akhir menyepakati bahwa seluruh hak keuangan pekerja akan dilunasi secara penuh sebelum armada kembali berlayar. Pembayaran tunggakan gaji tersebut dijadwalkan tuntas pada pertengahan bulan ini.

baca juga

Penanganan kasus ini menjadi bukti sinergi bilateral yang solid antara instansi pemerintah Indonesia dan otoritas Tiongkok dalam merespons kondisi darurat pelaut. Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan ini.

Keberhasilan penanganan ini sekaligus memastikan keselamatan fisik dan kepastian hukum bagi seluruh buruh migran sektor kelautan di perairan asing. Pemantauan ketat akan terus dilakukan hingga kapal resmi bertolak meninggalkan kawasan perairan Zhuhai.

Bagaimana Awal Mulai Gangguan yang Menimpa MV Star Janet?

Kasus ini pertama kali terdeteksi ketika Kapal MV Star Janet mengalami gangguan fungsi generator pada 10 Mei 2026 di Perairan Zhuhai, Provinsi Guangdong. Kejadian tersebut melumpuhkan seluruh fasilitas pendukung hidup di atas kapal dan mengisolasi para awak di tengah laut.

Situasi makin mengkhawatirkan ketika Siklon Tropis Butterfly menerjang kawasan perairan Tiongkok dan mengancam keselamatan posisi kapal yang sedang mati total. Beruntung, evakuasi darurat berhasil memindahkan kapal ke area aman sebelum badai menerjang lebih parah.

Kini seluruh kendala teknis telah teratasi dan hak finansial para ABK WNI dipastikan rampung sebelum jadwal keberangkatan kapal berikutnya. Konsulat Jenderal RI di Guangzhou memastikan bakal terus mengawal proses pengiriman gaji hingga diterima utuh oleh para pekerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia

Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:54 WIB

3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki

3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×