Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api

Bella

Senin, 10 Agustus 2026 | 18:52 WIB
Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Arisan Jaya, Pemulutan Barat, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026).[ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj]
baca 10 detik
  • Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan seluas 200 hektare di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin.
  • Petugas mengerahkan tim darat, ekskavator, serta helikopter penyiram air untuk memadamkan sisa api dan mengatasi sulitnya akses lokasi.
  • Dua regu Manggala Agni bersama tim pemadam masih bertahan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya kembali kebakaran.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan membakar sekitar 200 hektare lahan di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai terkendali.

Meski penjalaran api disebut telah berhenti, tim gabungan masih bertahan di lokasi untuk menangani sisa titik api dan mengantisipasi kebakaran kembali meluas.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Kristanto mengatakan luasan lahan yang terbakar masih dalam proses perhitungan. Namun, berdasarkan estimasi awal, area terdampak mencapai sekitar 200 hektare.

"Kondisi sudah mulai tersekat sehingga penjalaran api sudah mandeg. Tim darat juga sudah berhasil mematikan kepala api, tinggal ekor yang perlu secara bertahap ditangani," katanya di Palembang, Senin.

Menurut Ferdian, kondisi karhutla di lokasi tersebut saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali terdeteksi. Kendati demikian, perubahan arah angin dan kondisi ekstrem masih berpotensi memicu kembali penjalaran api.

"Secara umum lokasi ini sudah sangat membaik dibandingkan kondisi waktu awal terdeteksi. Tetapi kita tetap perlu mengantisipasi apabila angin berbelok arah atau terjadi kondisi ekstrem lainnya," ujarnya.

Dalam penanganan di lapangan, tim darat bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Sinarmas terus melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat untuk menghambat penjalaran api.

Tim juga menggunakan excavator untuk membuka akses menuju titik-titik kebakaran. Upaya tersebut dilakukan karena kondisi medan dan akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Selain melalui jalur darat, pemadaman diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing milik perusahaan. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sempat memberikan dukungan pemadaman dari udara.

baca juga

"Saat ini ada helikopter water bombing dari Sinarmas dan sempat juga waktu sebelumnya dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Ferdian.

Dua Regu Manggala Agni Masih Bertahan

Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Arisan Jaya, Pemulutan Barat, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj]
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Arisan Jaya, Pemulutan Barat, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj]

Meskipun kondisi kebakaran telah membaik, pemadaman belum dihentikan. Dua regu Manggala Agni masih bertahan di lapangan dan mendirikan tenda bersama tim RPK.

Ferdian mengatakan penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan karena proses penanganan masih berlangsung. Kondisi lahan yang kering serta banyaknya material mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar.

Tantangan lain adalah akses menuju lokasi kebakaran yang cukup sulit. Dari Palembang, perjalanan menuju titik karhutla dapat memakan waktu sekitar enam jam karena kondisi jalan yang kurang baik.

Keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi juga membuat penyampaian laporan dari lapangan terkadang mengalami keterlambatan.

Sementara itu, tim masih melanjutkan pemadaman secara bertahap untuk memastikan sisa api benar-benar dapat dikendalikan dan mencegah munculnya kembali titik api baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran

Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Menko Polkam Andalkan Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla, Ini Daftar 6 Provinsi Paling Rawan

Menko Polkam Andalkan Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla, Ini Daftar 6 Provinsi Paling Rawan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Klaim Menteri LH Jumhur Hidayat Sukses Tekan Angka Kebakaran Hutan, Janji Buka Data

Klaim Menteri LH Jumhur Hidayat Sukses Tekan Angka Kebakaran Hutan, Janji Buka Data

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing

Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Karhutla Mulai Dekati Pemukiman Warga di Palangka Raya

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta

Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Karhutla Riau: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

Sahroni Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Karhutla Riau: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"

Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian

Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni

Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren

Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:44 WIB

PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok

PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas

Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS

Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital

Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang

Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:30 WIB

×