-
Gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan lebih dari 180 orang.
-
Pemerintah Kolombia menetapkan status darurat nasional usai ribuan rumah dan bangunan hancur.
-
Operasi SAR terus berjalan di tengah ancaman puluhan gempa susulan dan bahaya penjarahan.
Suara.com - Operasi penyelamatan massal terus digenjot di seluruh wilayah barat Kolombia usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 meratakan ribuan bangunan pada Senin lalu. Sebanyak 180 korban jiwa telah terkonfirmasi dengan konsentrasi kerusakan terparah berada di Kota Cali dan Pereira.
Pendataan gabungan pejabat lokal mengindikasikan angka kematian yang berpotensi melampaui 240 jiwa. Presiden Abelardo de la Espriella langsung memberlakukan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana skala besar ini.
Dampak gempa tak hanya menghancurkan infrastruktur fisik, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan seketika di wilayah terdampak. Lebih dari 2.600 warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sekitar 200 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Laporan resmi pemerintah mengonfirmasi lebih dari 1.100 rumah hancur total serta 8.000 kediaman warga mengalami kerusakan berat. Ribuan warga di Cali dan Pereira terpaksa menghabiskan malam di ruang terbuka akibat tempat tinggal mereka roboh maupun takut akan potensi gempa susulan.
Pusat komando terpadu telah didirikan di Cali untuk mengoordinasikan pencarian puluhan gedung bertingkat yang runtuh. Sebanyak 45 bangunan di kota berpenduduk 2,2 juta jiwa tersebut ambruk total maupun parsial, menimbun ratusan orang di dalamnya.
Bagaimana Kondisi Evakuasi Korban di Pusat Bencana?
"Ada 239 orang yang masih terperangkap, dengan 949 luka-luka dan 45 bangunan yang runtuh total atau sebagian," kata Wali Kota Cali Alejandro Eder, dikutip Suara.com dari BBC Internasional, Rabu (12/8/2026).
Kerusakan serius juga menimpa fasilitas medis vital, termasuk area perawatan anak di salah satu rumah sakit utama Cali. Tragedi memilukan turut terjadi di kawasan Calima saat bangunan sekolah Gimnasio Calima roboh dan menimpa para siswa.
"Anak-anak lain mengalami luka berat, dengan total 30 anak dirujuk ke pusat perawatan," ujar Wali Kota Kotamadya Antonio Cadavid.
Pemerintah setempat memberlakukan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat guna mencegah penjarahan di area terdampak. Badan geologi nasional mencatat lebih dari 70 kali gempa susulan terus menggoyang wilayah barat Kolombia sejak Senin pagi.
Dua gempa susulan berkecepatan magnitudo 3,6 kembali mengguncang kawasan San Jose del Palmar dan Santander pada Selasa dini hari. Situasi di Kota Pereira tak kalah kritis dengan konfirmasi 79 korban tewas dari dinas pemadam kebakaran setempat.
Bagaimana Warga Lokal Merespons Bencana Gempa Ini?
Pemerintah Kota Pereira menerapkan kebijakan hari bebas kendaraan agar akses jalan sepenuhnya dikhususkan bagi armada penolong dan relawan. Ratusan warga sipil bahu-membahu bersama petugas membongkar puing bangunan untuk mencari korban selamat.
"Tidak mungkin bisa bepergian di pusat kota. Di Alun-Alun Bolivar, setidaknya satu bangunan runtuh. Selain itu, ada struktur tempat bus dan truk terjebak, dan orang-orang takut struktur itu juga akan runtuh," kata seorang warga lingkungan Parque Industrial.
"Kami semua syok. Ini benar-benar mengerikan," tambah warga lokal tersebut saat menggambarkan situasi mencekam di sekitar bandara.
Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas mengonfirmasi lima korban jiwa serta kerusakan pada 60 bangunan di wilayahnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan pesan berantai yang belum terverifikasi di media sosial demi menghindari kepanikan publik.
"Mungkin berisi informasi palsu atau tidak terverifikasi... yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan alarm yang lebih besar di kalangan masyarakat," ujar Jorge Eduardo Rojas.
Bagaimana Dukungan Dunia Internasional Terhadap Bencana Ini?
Gelombang kepedulian dari mancanegara terus mengalir untuk membantu penanganan bencana di Kolombia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi pemerintah Kolombia dalam menangani dampak pascabencana.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa ia "mengepresikan solidaritasnya dengan rakyat dan pemerintah Kolombia" serta siap memobilisasi bantuan darurat.
Pemerintah Spanyol mengonfirmasi sedang melacak keberadaan 164 warganya yang terdata berada di Kolombia saat gempa terjadi. Kementerian Luar Negeri Spanyol memastikan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau luka dari warganya.
Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan alokasi dana bantuan darurat sebesar 15,5 juta dolar AS untuk mendukung pemulihan. Bantuan logistik dan personel SAR juga ditawarkan oleh negara tetangga seperti Ekuador, Brasil, El Salvador, dan Venezuela.
Gempa bumi berdaya rusak tinggi ini terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) dengan kedalaman dangkal di wilayah barat Kolombia. Posisi geografis Kolombia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik membuat wilayah ini sangat rentan terhadap aktivitas tektonik akibat pertemuan lempeng Nazca dan lempeng Amerika Selatan.
Bencana ini menjadi salah satu guncangan terbesar yang melanda kawasan perkotaan padat penduduk seperti Cali dan Pereira dalam beberapa dekade terakhir. Tingginya angka kerusakan bangunan disebabkan oleh kombinasikan besarnya magnitudo gempa serta karakteristik struktur bangunan tua di pusat kota.