"Pada fase pertama, kami mengembangkan biokonversi maggot Black Soldier Fly, budidaya ikan dan ayam, serta pemanfaatan hasil pengolahan organik untuk mendukung kegiatan pertanian. Seluruh proses tersebut dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung," jelasnya.
Maggot BSF ini dibudidayakan untuk sumber pakan alternatif bagi ikan dan ayam. Di sisi lain, hasil samping pengolahan berupa kasgot digunakan sebagai pupuk organik guna mendukung produktivitas pertanian.
Dudi juga menjelaskan untuk hasil budidaya di kawasan Ciangir beserta produk olahannya akan dipasarkan dengan konsep ekonomi sirkular.
Melalui skema tersebut, limbah dari satu kegiatan dapat diolah kembali untuk mendukung sekotr lainnya sehingga menghadirkan nilai tambah sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan kawasan.
Ia mengaku optimis bahwa Pusat Olah Organik (POO) Ciangir bisa menjadi percontohan dalam pengembangan kawasan ketahanan pangan yang mengintegrasikan sektor peternakan, perikanan, pertanian, dan pengolahan organik.
"Kami berharap kawasan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan Jakarta sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," tutupnya.
Penulis: Chairunisa