- Massa ormas menggeruduk rumah orang tua MC di Bekasi pada Selasa malam untuk melampiaskan keresahan akibat tantangan miras.
- Kapolsek Rawalumbu bersama kepolisian berhasil meredakan massa yang datang ke rumah kosong tersebut dan meminta mereka membubarkan diri.
- Polda Metro Jaya dan Polsek Pademangan menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak event organizer serta MC terkait video viral tantangan tersebut.
Suara.com - Massa menggeruduk rumah MC yang memberikan tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha berhadiah minuman keras (miras) saat konser The Sounds Project.
Lokasi penggerudukan itu terjadi di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (11/8/2026) malam.
Berdasarkan video yang viral di sosial media, massa yang berasal dari beberapa organisasi masyarakat (ormas) mendatangi rumah lokasi sekira pukul 19.30 WIB.
Mereka datang, karena merasa resah atas aksi dari MC yang viral di media sosial (medsos) atas tantangan berhadiah miras.
Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi mengatakan pihaknya yang mendapatkan laporan segera datang ke rumah MC. Ia turut memberi penjelasan ke massa, dan memintanya untuk membubarkan diri.
“Jadi mereka itu kan nggak paham, makannya saya kasih pemahaman akhirnya mereka membubarkan diri,” kata Akhmadi saat dihubungi pada Rabu (12/8/2026).
Menurut Akhmadi, rumah yang didatangi massa bukan tempat tinggal MC. Rumah itu merupakan rumah orang tua sang MC yang telah meninggal dunia, meskipun sesekali yang bersangkutan suka datang ke rumah tersebut.
“Jadi itu adalah rumah orang tuanya, tapi orang tuanya meninggal, tapi dia suka ke situ,” ujarnya.
Saat peristiwa, kata Akhmadi, di rumah tersebut tidak ada MC yang dicari massa. Sehingga, ia meminta agar massa untuk membubarkan diri demi mencegah keributan.
“Saya kasih pemahaman, bahwa itu sudah ditangani sama polisi,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan kasus ditangani Polsek Pademangan yang telah berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk memeriksa EO dan MC acara.
“Hari ini, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi saat dikonfirmasi pada Selasa (11/8/2026).
Budi menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara.
“Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut,” tuturnya.
Diketahui bersama aksi tantangan hafalan Surat Ad-Dhuha berhadiah minuman keras kepada penonton konser The Sound Project viral di sosial media.
Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram Ustaz Dr. Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang perempuan mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras.
Perempuan itu kemudian membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.
Setelah perempuan tersebut berhasil menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan laki-laki yang berada di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana.
Salah satu pembawa acara yang ada di booth itu kemudian menanyakan identitas wanita tersebut.
"Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana? Mau apa, mau apa temennya? Pesen," kata perempuan tersebut.
Sementara itu, pihak penyelenggara konser The Sounds Project melalui akun media sosial resminya telah menyatakan sikap kecaman atas kejadian yang terjadi di salah satu booth sponsor, yakni Newport, pada tanggal 9 Agustus 2026.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis keterangan resmi dari The Sounds Project.
“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” sambungnya