Mereka Balapan dengan 'Malaikat Pencabut Nyawa' Selamatkan Korban Gempa Bumi Kolombia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Mereka Balapan dengan 'Malaikat Pencabut Nyawa' Selamatkan Korban Gempa Bumi Kolombia
Gempa Bumi Kolombia (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,4 menewaskan 254 jiwa serta meruntuhkan puluhan gedung di barat Kolombia.
  • Tim SAR dan sukarelawan berpacu membebaskan belasan anak yang terjebak di bawah reruntuhan.
  • Pemerintah memberlakukan jam malam di Cali guna mencegah aksi penjarahan pascabencana gempa bumi.

Suara.com - Bencana guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 menewaskan sedikitnya 254 jiwa (per 12 Agustus 2026)  di wilayah barat Kolombia pada Senin pagi. Ratusan tim penyelamat kini terus menggali puing-puing bangunan rubuh demi menemukan korban selamat. Mereka tidak boleh terlalu lama mencari korban, jika tidak nyawa taruhannya.

Konsentrasi kerusakan dan korban jiwa terbesar berada di Kota Pereira serta Cali setelah gempa melanda pukul 07.34 waktu setempat. Guncangan hebat tersebut menghancurkan ribuan rumah serta meruntuhkan belasan gedung pemukiman warga.

"Bagi saya, gempa bumi terasa abadi," kata Luis Saenz, seorang mahasiswa jurnalistik berusia 22 tahun dari Cali, dikutip dari Al Jazeera.

Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia, menewaskan ratusan warga dan melumpuhkan transportasi udara nasional. (Antara)
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia, menewaskan ratusan warga dan melumpuhkan transportasi udara nasional. (Antara)

Warga Kota Cali menyaksikan langsung kehancuran total Apartemen Vanessa setinggi tujuh lantai yang menimpa bangunan tempat penitipan anak di sebelahnya. Sebanyak 17 anak-anak dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan padat beton tersebut.

“Ada sekitar 17 anak terjebak di bawah reruntuhan,” jelas Maximiliano Herrera, 32 tahun, seorang sukarelawan lokal yang mengoordinasikan upaya penyelamatan.

“Sangat sedih mengetahui bahwa anak-anak dari teman dan kenalan kemungkinan besar ada di bawah sini,” kata Herrera kepada Al Jazeera.

Herrera menambahkan bahwa dua anak bernama Samuel dan Sara telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan namun berada “di sudut yang paling tidak terjangkau dari seluruh lokasi.”

Bagaimana Kondisi Evakuasi Korban di Lokasi Bencana?

Ratusan sukarelawan membentuk rantai manusia untuk mengangkut puing beton secara manual di sekitar area Apartemen Vanessa. Petugas evakuasi kerap mengepalkan tangan ke udara meminta keheningan total guna mendeteksi suara korban selamat dari bawah tanah.

baca juga

Sejumlah warga lokal terpaksa menghentikan bantuan evakuasi akibat ketidakmampuan menahan rasa trauma melihat kediaman mereka hancur. Banyak warga yang memilih bertahan di sekitar lokasi reruntuhan untuk menanti kepastian nasib anggota keluarga mereka.

“Saya ingin bertahan, tapi tidak, saya tidak bisa,” kata Valencia, seraya menyaksikan video ponsel yang diambilnya minggu lalu dari apartemen seorang teman di dalam Gedung Vanessa. “Saya membantu, tetapi saya tidak bisa melanjutkan. Percayalah, hati saya tidak sanggup menahannya.”

Sebagian warga nekat menerobos masuk kembali ke dalam bangunan retak guna menyelamatkan harta benda mereka. Akses berbahaya ini dilakukan warga akibat tingginya ancaman aksi penjarahan di wilayah berangka kriminalitas tinggi tersebut.

"Kami belum berhenti. Kami telah melakukan ini sepanjang malam," kata Cristian Nieves, seorang sukarelawan lelah yang duduk di atas ember cat pada Selasa pagi.

Bagaimana Langkah Pemerintah Menangani Krisis Dampak Gempa?

Wali Kota Cali Alejandro Eder memberlakukan status militerisasi serta jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00 pagi. Kebijakan ketat ini diambil untuk menekan potensi kejahatan dan mengamankan jalur evakuasi tim medis serta sukarelawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 180 Jiwa, 200 Orang Hilang dan Korban Luka 2.600 Pasien

Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 180 Jiwa, 200 Orang Hilang dan Korban Luka 2.600 Pasien

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Kisah Diana 30 Jam Terjebak Timbunan Bangunan Pasca Gempa Bumi Besar Kolombia

Kisah Diana 30 Jam Terjebak Timbunan Bangunan Pasca Gempa Bumi Besar Kolombia

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×