- Gempa magnitudo 7,4 menewaskan 254 jiwa serta meruntuhkan puluhan gedung di barat Kolombia.
- Tim SAR dan sukarelawan berpacu membebaskan belasan anak yang terjebak di bawah reruntuhan.
- Pemerintah memberlakukan jam malam di Cali guna mencegah aksi penjarahan pascabencana gempa bumi.
Bantuan alat berat berupa ekskavator dan derek datang dari hibah perusahaan konstruksi swasta untuk mempercepat pembukaan material. Petugas pemadam kebakaran dari Bogota dan Medellin turut diterjunkan membantu penanganan darurat di Cali.
"Ini bukan kurangnya dukungan. Ini adalah kurangnya organisasi. Karena sungguh tidak percaya kota sebesar ini tidak memiliki kendali atas lembaga-lembaganya," kata Herrera.
Bencana alam besar ini menjadi ujian kepemimpinan perdana bagi Presiden Abelardo de la Espriella setelah baru dilantik. Sang presiden langsung berjanji memberikan dukungan penuh serta mendatangi wilayah terdampak di Cali dan Quibdo.
Masyarakat di kawasan pesisir miskin seperti Buenaventura merasa terabaikan oleh lambatnya pendistribusian bantuan dari pemerintah pusat. Mereka mengeluhkan konsentrasi logistik bantuan bencana yang dinilai hanya terpusat pada kota-kota besar.
“Kami selalu dilupakan di Buenaventura,” kata pria berusia 42 tahun itu. “Semua bantuan terpusat di sekitar kota Manizales, di Armenia dan Bogota, yang hampir tidak terdampak sama sekali.”
"Kami semua lelah dan segalanya, tapi kami mencoba untuk terus berjalan," kata Saenz.
Wilayah barat Kolombia berada di kawasan rawan gempa tektonik aktif yang melintasi zona patahan kawasan Pasifik. Kota Cali yang menjadi pusat dampak terparah merupakan kota terbesar ketiga di Kolombia dengan tantangan angka kriminalitas yang tinggi. Gempa magnitudo 7,4 ini terjadi hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Abelardo de la Espriella yang sengaja menggelar inaugurasi di Cali sebagai simbol komitmen pemberantasan kejahatan.