- Cetta Callysta siswi SMAN 70 Jakarta berhasil lolos seleksi Paskibraka DKI Jakarta tahun 2026.
- Ia menjalani latihan fisik intensif secara mandiri untuk mempersiapkan diri sebagai calon pembawa baki bendera.
- Ibunda Cetta menyampaikan rasa bangga atas perjuangan panjang putrinya dalam menjalankan tugas mulia tersebut.
Suara.com - Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) DKI Jakarta adalah impian ribuan remaja, namun hanya segelintir yang mampu menembusnya.
Tahun 2026 menjadi pembuktian bagi Cetta Callysta, siswi SMAN 70 Jakarta, bahwa dedikasi tinggi adalah kunci utama untuk lolos dari seleksi yang super ketat.
Langkah Cetta menuju 'podium' 17 Agustus mendatang tidak didapatkan secara instan.
Ia harus melewati rangkaian latihan fisik yang menguras energi dan disiplin ketat demi menjaga kebugaran tubuhnya tetap prima.
Sebagai salah satu kandidat kuat pembawa baki bendera—posisi paling krusial yang menjadi pusat perhatian jutaan pasang mata—Cetta bahkan menambah porsi latihannya secara mandiri di luar jadwal resmi.
Fokusnya bukan hanya pada ketangkasan baris-berbaris, melainkan juga pada pembawaan diri.
"Karena memang pembawa baki itu diperhatikan. Jadi memang harus dilatih keseluruhannya dan keanggunannya," ungkap Cetta saat ditemui Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Meski tampak tegap dan tenang saat berlatih, Cetta tak menampik adanya gejolak batin.
Terpilih sebagai calon pembawa baki sempat membuatnya terkejut sekaligus terbebani oleh ekspektasi besar. Namun, bagi Cetta, seorang Paskibraka sejati adalah mereka yang mampu berdamai dengan rasa takutnya sendiri.
"Nervous pasti kelihatan, tapi harus coba ditutupi," tambahnya dengan nada optimis.
Di balik seragam gagah dan perjuangan fisiknya, ada sosok-sosok yang menjadi "bahan bakar" semangat Cetta: orang tua dan keluarga.
Dukungan tanpa henti dari mereka menjadi penawar lelah di tengah panjangnya proses latihan yang menguras emosi.
Tetamediana, ibunda Cetta, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
Sebagai saksi hidup perjalanan sang putri, ia tahu betul betapa besar pengorbanan yang telah diberikan Cetta hingga akhirnya berhasil mengenakan seragam kebanggaan Paskibraka DKI Jakarta.
"Itu perjuangan sangat panjang sekali, dan sampai di hari ini saya sangat bahagia sekali," tutur Teta haru.
Kini, menjelang hari h, doa dan harapan terbaik mengiringi langkah Cetta. Sang ibu berharap, putrinya dapat menuntaskan tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih dengan performa maksimal dan tanpa cela.
Reporter: Alif Bintang