Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
Ekspansi pusat data kecerdasan buatan memperparah krisis air tanah warga di India. (DW)
baca 10 detik
  • Lebih dari separuh pusat data India beroperasi di wilayah krisis air tanah.
  • Pengambilan air tanah di Ghaziabad mencapai 272 persen dari batas rekomendasi.
  • Konsumsi air pusat data India diproyeksikan melonjak dua kali lipat pada 2030.

Suara.com - Kecerdasan buatan atua AI tak hanya bikin banyak pengangguran di dunia karena menggantikan pekerjaan manusia. Ekspansi agresif pusat data kecerdasan buatan di India kini berbenturan langsung dengan krisis air bersih warga. Lebih dari separuh fasilitas pemrosesan pusat data AI tersebut berdiri di kawasan yang mengalami krisis air parah.

Masyarakat di kawasan padat Khora, Ghaziabad, terpaksa menanggung dampak ganda dari penyedotan air tanah tak terkendali. Mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk sumur bor di tengah janji pasokan air tak terbatas bagi industri.

Janji pemerintah daerah untuk memberikan pasokan air nonstop kepada pengembang pusat data justru memperlebar jurang ketimpangan sosial. Warga lokal kini kehilangan akses prioritas atas kebutuhan air minum mendasar.

Ekspansi pusat data kecerdasan buatan memperparah krisis air tanah warga di India. (DW)
Ekspansi pusat data kecerdasan buatan memperparah krisis air tanah warga di India. (DW)

Ketua Asosiasi Warga Khora, Deepak Joshi, mengungkapkan kepasrahan warga yang telah bertahun-tahun mencari kepastian air bersih.

"Kami bergantung pada air tanah. Di beberapa wilayah, seseorang harus menggali 1.000 hingga 1.200 kaki (305-366 meter) untuk mengambil air," kata Deepak Joshi kepada DW.

Permasalahan pasokan air di pemukiman ini terus berlarut tanpa ada titik terang dari pemerintah setempat.

"Warga telah berusaha menyelesaikan masalah air di Khora selama 10 tahun terakhir, tetapi tidak ada yang berubah," ujar Joshi.

Bagaimana Pusat Data Memperparah Krisis Air Lokal?

Fasilitas server modern membutuhkan jutaan liter air dingin untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Lonjakan suhu dari pembuangan panas sistem pendingin pusat data bahkan menaikkan suhu mikro lingkungan sekitar.

baca juga

Naeemuddin Saifi, seorang tukang kayu di Khora, mengaku terbeban oleh biaya iuran sumur bersama setiap bulannya. Saifi membayar 1.000 hingga 1.200 rupee per bulan demi menyambung kebutuhan harian.

Keterbatasan finansial memaksa banyak keluarga di Khora untuk berbagi biaya pembuatan sumur bor yang mahal.

"Saya tidak sanggup menanggung biayanya sendirian," tutur Saifi.

Pembuatan sumur bor membutuhkan modal hingga setengah juta rupee (sekitar 5.250 dolar AS) yang mustahil dijangkau warga miskin. Joshi menegaskan bahwa solusi sumur bor tetap tidak menjamin ketersediaan air jangka panjang.

Ancaman penurunan debit air tanah sewaktu-waktu membuat masa depan warga Khora kian tidak pasti.

"Bahkan sumur bor pun bukan solusi permanen. Permukaan air bisa turun kapan saja. Mungkin dalam dua bulan, atau bisa jadi enam bulan; kita tidak pernah tahu," kata Joshi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Putus Asa dan Stres Susah Cari Kerja, 40 Persen Sarjana Jadi Pengangguran di India

Gen Z Putus Asa dan Stres Susah Cari Kerja, 40 Persen Sarjana Jadi Pengangguran di India

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi

Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×