Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
Ekspansi pusat data kecerdasan buatan memperparah krisis air tanah warga di India. (DW)
baca 10 detik
  • Lebih dari separuh pusat data India beroperasi di wilayah krisis air tanah.
  • Pengambilan air tanah di Ghaziabad mencapai 272 persen dari batas rekomendasi.
  • Konsumsi air pusat data India diproyeksikan melonjak dua kali lipat pada 2030.

Mengapa Eksploitasi Air Tanah Terus Melonjak?

Eksploitasi air tanah di Ghaziabad sudah melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan otoritas resmi. Laporan Central Ground Water Board mencatat pengambilan air tanah pada 2024-2025 mencapai 272 persen dari kapasitas terbarukan.

Kepala Departemen Ilmu Alam TERI University, Ranjana Ray Chaudhuri, menyebut promosi kawasan komersial awal kerap mengabaikan daya dukung lingkungan.

"Ketika wilayah Ghaziabad dan Noida mulai terurbanisasi, hal terbesar yang mereka pasarkan... adalah kelimpahan air karena adanya air saluran, air sungai, dan air tanah," kata Chaudhuri.

Kebutuhan pendinginan fasilitas server kini menambah beban konsumsi air tanah lingkungan sekitar.

"Secara keseluruhan, terjadi peningkatan penggunaan air, dan penggunaan air itu bukan hanya penggunaan air tanah," ujarnya. "Hal ini juga disebabkan oleh wilayah sekitarnya yang perlu menggunakan lebih banyak air."

Pemerintah Uttar Pradesh justru menerbitkan rancangan kebijakan pusat data 2026 yang menjamin pasokan air 24 jam nonstop bagi industri. Di sisi lain, pembatalan proyek pengalihan air Sungai Gangsa pada 2025 makin memupuskan harapan warga Khora.

Fasilitas megah AdaniConnex, hasil patungan Adani Group dan EdgeConneX AS, berdiri anggun tidak jauh dari pemukiman Khora. Perusahaan penyedia infrastruktur pusat data tersebut belum memberikan jawaban resmi mengenai volume konsumsi air harian mereka.

Apakah Regulasi Air Bagi Pusat Data Masih Lemah?

baca juga

Perwakilan senior CEEW, Prateek Aggarwal, menyoroti lonjakan beban air akibat pesatnya pertumbuhan kawasan Noida.

"[Di Noida] krisis air sangat tinggi karena permintaan perkotaan melonjak cepat dan air tanah tetap menjadi sumber utama," kata Aggarwal.

Persaingan antar-fasilitas dalam menyedot air dari satu sumber akuifer yang sama mempercepat kekeringan kawasan.

"Tekanan nyata di tempat seperti Wilayah Ibu Kota Nasional berasal dari banyak fasilitas yang berbagi satu akuifer yang sama, bukan dari satu proyek saja," ujar Aggarwal.

Ketiadaan kewajiban transparansi publik membuat jumlah konsumsi air pusat data sulit dipantau secara akurat. Pengamat Hukum Lingkungan NLSIU, Gayatri Naik, menilai aturan pengawasan penggunaan air industri di India masih sangat longgar.

Ketentuan izin penyedotan air tanah komersial di India belum mewajibkan pelaporan berkala jumlah konsumsi riil.

"Kami tidak memiliki aspek regulasi yang konklusif mengenai pengaturan penggunaan air oleh pusat-pusat data ini," kata Naik.

Ketimpangan akses air antara korporasi teknologi dan masyarakat memicu persoalan keadilan sosial yang serius.

"Bagaimana Anda akan menyeimbangkan antara air yang dibutuhkan untuk minum dan permintaan air oleh perusahaan-perusahaan yang menyedot air dari wilayah krisis air?" tanya Naik.

"Jadi hal ini dapat memicu ketidakadilan sosial dan distributif."

Kapasitas pusat data nasional India melesat empat kali lipat dari 375 megawatt pada 2020 menjadi 1.500 megawatt pada 2025. Data Center Map mencatat ada 305 pusat data yang beroperasi di India hingga saat ini.

Total konsumsi air seluruh pusat data tersebut diperkirakan menembus 150 juta ton pada 2025 dan berpotensi melonjak dua kali lipat pada 2030. Peningkatan kebutuhan infrastruktur AI global menempatkan India sebagai pusat data baru di Asia.

Beberapa pakar mendesak India mengadopsi regulasi ketat seperti Uni Eropa yang mewajibkan transparansi penggunaan energi dan air. Aggarwal menyarankan kewajiban pelaporan tahunan untuk konsumsi air, listrik, dan jejak karbon industri.

"Penggunaan energi, air, dan karbon dilaporkan setiap tahun, termasuk dari mana persisnya air berasal dan berapa banyak yang didaur ulang," pungkas Aggarwal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Putus Asa dan Stres Susah Cari Kerja, 40 Persen Sarjana Jadi Pengangguran di India

Gen Z Putus Asa dan Stres Susah Cari Kerja, 40 Persen Sarjana Jadi Pengangguran di India

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi

Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis

Persiapan ke Luar Negeri Lebih Praktis dengan BRI Money Changer di Lokasi Strategis

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 17:19 WIB

Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau

Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:18 WIB

Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas

Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 17:16 WIB

×