- Masyarakat undangan antusias mendatangi Istana Merdeka Jakarta sejak subuh mengenakan pakaian adat demi mengikuti upacara kemerdekaan.
- Sejumlah warga berhasil memperoleh tiket undangan upacara setelah berjuang melakukan perang tiket secara daring pada hari kedua.
- Para tamu undangan yang hadir menerima berbagai macam suvenir menarik serta kudapan konsumsi sebelum upacara dimulai.
Yuniatika Permatasari asal Palembang, punya cerita serupa.

"Aku dapet war tiket itu di day dua tanggal 6 jam 10.01 pake beberapa device, 4 atau 5," kata Yuniatika.
Datang ke Istana, menyaksikan langsung upacara 17 Agustus, menjadi harapan besar Yuniatika. Bila tahun-tahun sebelumnya hanya bisa menonton lewat televisi, kali ini harapan itu segera menjadi nyata.
"Pengen lihat secara langsung sekali seumur hidup. Dan sudah war beberapa kali, alhamdullilah kebagiannya tahun ini," ujar Yuniatika.
Pengalaman yang mungkin cuma sekali seumur hidup, enggan disia-siakan. Yuniatika rela merogoh kocek Rp500 ribu untuk membeli pakaian adat yang ia bawa ke Jakarta. Yuniatika berujar, ketimbang menyewa dengan harga serupa harga pakaian baru, ia lebih memilih membeli.
"Iya, karena aku udah niat banget kak karena bener-bener pengalaman seumur hidup sekali dan buat berbagi sama anak cucu nanti, sama keluarga kan kapanlagi," kata Yuniatika.
Meski cuma dapat satu undangan, Yuniatika mengaku keluarga ikut mengantarkan ia dari Pelembang ke Ibu Kota.
Setelah menunjukkan tiket undangan dan mengambil suvernir, para tamu dipersilakan mengambil kudapan berupa kue subuh, gorengan, hingga bakpao. Mereka juga mendapat bingkisan berupa konsumsi.
Diketahui, Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, dimulai pukul 10.00 WIB.