- Arab Saudi, Malaysia, dan Brunei Darussalam menandatangani tiga perjanjian strategis di Kuala Lumpur serta Bandar Seri Begawan pada akhir September 2026.
- Kolaborasi ini mencakup rencana pengembangan kawasan terpadu, fasilitas perhotelan, hunian, serta terminal bus di King Salman Gate, Makkah, dengan nilai miliaran riyal.
- Tujuan utama kemitraan ini adalah mendukung perluasan kawasan Makkah dan Madinah sekaligus meningkatkan pengalaman jemaah serta pengunjung.
Suara.com - Pengembangan kawasan Makkah dan Madinah terus diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah negara. Terbaru, Arab Saudi menjalin kolaborasi dengan Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mendukung pengembangan kawasan sekaligus meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung.
Kerja sama tersebut dilakukan melalui tiga perjanjian strategis yang ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada akhir September 2026.
Salah satu kerja sama dilakukan antara RUA AlHaram AlMakki Company dan MRCB International Sdn Bhd. Keduanya mengeksplorasi pengembangan kawasan terpadu berorientasi transit di King Salman Gate, Makkah.

Rencana tersebut mencakup pengembangan berbagai fasilitas, mulai dari terminal bus umum yang terintegrasi hingga kawasan hunian, komersial, ritel, dan fasilitas terpadu lainnya.
Nilai pengembangan yang menjadi indikasi awal mencapai sekitar 21 miliar riyal Arab Saudi atau sekitar SAR 21 miliar. Namun, rencana tersebut masih bergantung pada proses uji tuntas, persetujuan, pembiayaan, tahapan pengembangan, serta kesepakatan definitif.
Kerja sama lainnya dijalin dengan Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB) untuk mengeksplorasi pengembangan sejumlah lahan di King Salman Gate, Makkah, termasuk untuk fasilitas perhotelan dan hunian.
Pengembangan tersebut memiliki nilai indikatif sekitar SAR 9,7 miliar dan juga masih bergantung pada proses kajian, persetujuan, pembiayaan, serta kesepakatan lanjutan.
Selain itu, RUA AlHaram AlMakki, Rua Al Madinah Holding, dan TAIB menandatangani perjanjian untuk mengeksplorasi peluang pengembangan di Makkah, Madinah, dan Brunei Darussalam.
CEO RUA AlHaram AlMakki Bambang Kajairi mengatakan, rangkaian kerja sama tersebut mencerminkan komitmen untuk memperkuat hubungan internasional, termasuk dengan negara-negara ASEAN.
Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dengan Indonesia, dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, dan kemampuan masing-masing pihak.
“Kerja sama ini membuka peluang untuk memperluas kolaborasi, termasuk dengan Indonesia, dengan menggabungkan investasi, keahlian, dan kemampuan untuk mendukung pengembangan Makkah serta meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung,” kata Bambang.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai pihak juga diharapkan dapat berperan dalam pengembangan kawasan Makkah dan Madinah. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang sejalan dengan arah Saudi Vision 2030, termasuk peningkatan fasilitas dan pengalaman bagi jemaah serta pengunjung dari berbagai negara.