Arab Saudi Rangkul 13 Negara Demi Mengamankan Selat Bab al-Mandeb, Memang Ampuh?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 17 Agustus 2026 | 09:48 WIB
Arab Saudi Rangkul 13 Negara Demi Mengamankan Selat Bab al-Mandeb, Memang Ampuh?
Arab Saudi mengutuk serangan yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, pada Senin, 23 Juni 2025.
baca 10 detik
  • Arab Saudi memimpin koalisi militer 13 negara untuk melindungi jalur pelayaran Laut Merah.
  • Inisiatif ini bertujuan membendung serangan Houthi sekaligus menggalang dukungan keamanan dari komunitas internasional.
  • Efektivitas aliansi bergantung pada kemampuan mengubah komitmen politik menjadi aksi pertahanan nyata di laut.

Suara.com - Arab Saudi menggalang kekuatan bersama 13 negara untuk membentuk koalisi militer maritim demi mengamankan jalur pelayaran strategis Laut Merah. Langkah ini merespons meningkatnya ancaman serangan milisi Houthi terhadap kapal-kapal tanker dan fasilitas minyak di wilayah tersebut.

Inisiatif Riyadh melampaui proteksi navigasi di Selat Bab al-Mandeb dan Teluk Aden. Pemerintah Arab Saudi berusaha menggeser persepsi publik dengan mengategorikan ancaman Houthi sebagai krisis perdagangan internasional, bukan sekadar konflik bilateral.

Formasi pertahanan bersama ini menyatukan kekuatan lintas benua, mulai dari Bahrain, Mesir, Yordania, Qatar, Turkiye, hingga Bangladesh dan Somalia. Laksamana Muda Abdullah bin Salem Al-Shehri resmi ditunjuk memimpin operasional pertahanan maritim terpadu tersebut.

Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz [Rusen dengan penyesuaian oleh Suara.com]
Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz [Rusen dengan penyesuaian oleh Suara.com]

Kerja sama antarnegara anggota mencakup pertukaran intelijen, latihan militer bersama, hingga patroli pertahanan laut secara terpadu. Lebih banyak negara diperkirakan bakal bergabung mengingat memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Stabilitas kawasan kian terguncang akibat penutupan jalur Selat Hormuz pascamembuat pasokan 20 persen minyak dan gas alam dunia terhenti. Eskalasi tersebut berdampak langsung pada guncangan ekonomi global saat ini.

Apakah Koalisi Maritim Ini Mampu Bekerja Efektif?

Analis senior International Crisis Group untuk Yaman, Ahmed Nagi, menilai keampuhan aliansi ini bergantung penuh pada implementasi taktis di lapangan. Pengalaman sejarah menunjukkan banyak pakta keamanan serupa berakhir sebatas komitmen politik di atas kertas.

“Kami telah melihat beberapa inisiatif keamanan maritim sebelumnya, termasuk yang dibentuk selama krisis perompakan di Teluk Aden. Meskipun beberapa dari inisiatif ini memiliki arti penting secara politik, banyak di antaranya yang kesulitan menerjemahkan tujuan mereka menjadi hasil nyata di lapangan,” ujar Nagi kepada Al Jazeera.

“Hal yang sama berlaku untuk aliansi ini. Aliansi ini bisa menjadi penting jika mampu mengubah kesepakatan dan komitmen politik menjadi tindakan konkret yang mengatasi ancaman terhadap keamanan maritim dan kebebasan navigasi,” lanjutnya.

baca juga

Skema pertahanan bersama ini dirancang untuk membagi beban keamanan agar tidak ditanggung sendirian oleh pemerintah Riyadh. Penyerangan jalur logistik maritim kini ditransformasikan menjadi perhatian kolektif masyarakat internasional.

“Dari perspektif Riyadh, respons terhadap serangan-serangan ini tidak boleh ditanggung oleh Arab Saudi saja. Sebaliknya, harus ada upaya internasional yang lebih luas untuk menangani Houthi dan gangguan yang mereka sebabkan di Laut Merah,” ungkap Nagi.

Bagaimana Skenario Operasional Koalisi Terhadap Houthi?

Aliansi militer ini untuk sementara difokuskan pada skema pertahanan pasif dan perlindungan armada niaga. Meski demikian, konstelasi operasional dapat berubah manakala intensitas pembajakan dan penembakan peluru kendali terus berlanjut.

“Belum ada indikasi bahwa aliansi ini ditujukan untuk meluncurkan operasi ofensif terhadap Houthi. Namun, bukan berarti Arab Saudi akan tetap diam jika serangan terus berlanjut,” kata Nagi.

“Pada titik tertentu, Riyadh mungkin memutuskan bahwa mereka perlu merespons secara lebih langsung,” jelasnya. Jika hal itu terjadi, aliansi ini dapat menyediakan kerangka kerja bagi Arab Saudi untuk bertindak dengan dukungan internasional yang lebih luas.

“Pada akhirnya, tujuannya adalah untuk meningkatkan dampak kerugian dari serangan Houthi dan menciptakan daya tangkal yang lebih kuat,” tambah Nagi.

“Pesan yang coba disampaikan Arab Saudi adalah bahwa serangan-serangan ini tidak hanya menargetkan kepentingan Arab Saudi. Serangan tersebut mempengaruhi pelayaran internasional dan perdagangan global, sehingga harus dilihat sebagai perhatian masyarakat internasional yang lebih luas.”

Eskalasi di perairan Yaman berakar dari pengambilalihan ibu kota Sanaa oleh milisi Houthi yang disokong Iran sejak 2014. Kelompok tersebut terlibat perang saudara melawan pemerintah resmi Yaman di Aden yang didukung langsung oleh Arab Saudi.

Kondisi keamanan kian memburuk seiring meluasnya perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Houthi merespons ketegangan kawasan dengan mengincar kapal berbendera Arab Saudi serta instalasi minyak di sepanjang Laut Merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 WNI Hilang saat Kapal MV Tihamah Diserang di Laut Merah, Ini Kata-kata Kemlu RI

1 WNI Hilang saat Kapal MV Tihamah Diserang di Laut Merah, Ini Kata-kata Kemlu RI

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

Terkini

Mengenal Gita Bahana Nusantara, Paduan Suara dan Orkestra Milik Negara di Upacara 17 Agustus

Mengenal Gita Bahana Nusantara, Paduan Suara dan Orkestra Milik Negara di Upacara 17 Agustus

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:47 WIB

Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg

Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Dilema Gen Z! Pindah Kerja Disebut Kutu Loncat, Bertahan Malah Apes

Dilema Gen Z! Pindah Kerja Disebut Kutu Loncat, Bertahan Malah Apes

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Mobil Terlaris Mitsubishi 2026: L300 Bangkit, Xpander Tetap Jadi Andalan

Mobil Terlaris Mitsubishi 2026: L300 Bangkit, Xpander Tetap Jadi Andalan

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Resep Rahasia Don Rare Jaga Harmoni Alam dan Budaya di Desa Sejahtera Astra Les

Resep Rahasia Don Rare Jaga Harmoni Alam dan Budaya di Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru

Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Absen di Istana Merdeka, Sejumlah Menteri Pimpin Upacara di NTT Pascagempa

Absen di Istana Merdeka, Sejumlah Menteri Pimpin Upacara di NTT Pascagempa

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Kemasan Rokok Polos Bikin Efek Domino, Industri Kreatif Bisa Sepi Job

Kemasan Rokok Polos Bikin Efek Domino, Industri Kreatif Bisa Sepi Job

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:39 WIB

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari Fast Fashion: Saatnya Bijak Beli Pakaian

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari Fast Fashion: Saatnya Bijak Beli Pakaian

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Harga Saham Tak Wajar, Emiten Grup Bakrie Digembok BEI

Harga Saham Tak Wajar, Emiten Grup Bakrie Digembok BEI

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:35 WIB

×