- Wakil Presiden Gibran beserta keluarga menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta.
- Gibran mengenakan pakaian adat Rote dari Nusa Tenggara Timur lengkap dengan topi tradisional berbahan daun lontar.
- Selvi mengenakan pakaian adat Ta'a Dayak Kenyah bermotif Kalong Aga yang didominasi warna merah terang.
Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming hadir bersama keluarga di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi.
Gibran turut memboyong istrinya, Selvi Ananda, serta kedua putra-putri mereka ke Istana Merdeka. Gibran dan Selvi tampak kompak mengenakan pakaian dengan dominasi warna senada, kendati berbeda busana adat.
Melansir keterangan Sekretariat Wakil Presiden, Gibran mengenakan pakaian adat Rote dari Nusa Tenggara Timur. Kain Lafa yang dililitkan di pinggang dan diselempangkan di bahu Gibran berhiaskan motif Hua Peni yang menggambarkan keluhuran dan keteraturan adat.
Garis tegas merah marun yang mendominasi corak kain merepresentasikan keberanian, semangat hidup, serta penghargaan kepada para leluhur.
Jas hitam yang dikenakan Gibran juga dipadukan dengan Topi Ti'i Langga, topi berbahan daun lontar kering yang merupakan simbol keperkasaan, kehormatan, serta jiwa kepemimpinan. Kelengkapan busana adat yang serupa juga dikenakan oleh Jan Ethes Srinarendra dan adiknya, La Lembah Manah.
![Purna Paskibraka 2025 Sultana Najwa dan Aliah Sakira membawa baki duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamasi menuju Kereta Kencana Garuda Prabayaksa saat Kirab Merah Putih HUT ke-81 Republik Indonesia di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/17883-kirab-merah-putih-hut-ri-ke-81-kirab-bendera-merah-putih-sultana-najwa.jpg)
Sementara itu, Selvi mengenakan pakaian adat Ta'a Dayak Kenyah dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dengan motif Kalong Aga, busana Selvi merepresentasikan kesederhanaan dalam jiwa yang berwibawa, kuat, percaya diri, serta memiliki keterikatan dengan alam dan leluhur.
Senada dengan Gibran, busana Selvi didominasi warna merah, yang dalam tradisi Dayak Kenyah mencerminkan semangat, keberanian menghadapi kehidupan, kekuatan batin, dan keteguhan untuk tidak mudah menyerah.
Kedua busana adat yang dikenakan Gibran dan Selvi mencerminkan semangat keberagaman dalam mewujudkan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", sebagaimana tema yang diusung dalam Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.