-
Amerika Serikat menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
-
Menlu AS Marco Rubio menyoroti peluang kerja sama mineral kritis dan ekonomi digital.
-
Pemerintah AS turut menyampaikan belasungkawa mendalam bagi korban bencana gempa bumi NTT.
Suara.com - Amerika Serikat mempertegas komitmen menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka saat memberikan ucapan kemerdekaan Republik Indonesia. Dukungan diplomatik ini berlandaskan pada komitmen tata kelola nilai-nilai demokrasi yang dianut kedua negara.
"Atas nama rakyat Amerika Serikat, saya menyampaikan ucapan selamat yang paling hangat atas peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di X Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin.
Pemerintah AS kini mengarahkan fokus eksplorasi kerja sama bilateral pada sektor-sektor berteknologi tinggi dan rantai pasok global. Ruang kolaborasi baru ini disiapkan untuk memperkuat posisi tawar ekonomi kedua belah pihak.
Kemitraan kedua negara difokuskan pada penguatan pasokan mineral kritis serta pengembangan infrastruktur ekonomi digital yang aman. Selain itu, aspek keamanan maritim di wilayah perairan kawasan menjadi prioritas utama.
Hubungan bilateral ini dibingkai dalam skema kemitraan strategis komprehensif yang mencakup ranah pertahanan hingga perdagangan seimbang. Kerja sama sektor energi juga menjadi pilar penting pergerakan ekonomi kedua bangsa.
"Kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Anda dan rakyat Indonesia seraya kita melanjutkan perjalanan bersama menuju kemakmuran bersama," katanya.
Di tengah momentum diplomatik tersebut, AS memberi perhatian khusus pada bencana alam yang melanda wilayah timur Indonesia. Pernyataan resmi pemerintah AS menyertakan simpati atas musibah gempa bumi tersebut.
"Doa dan simpati kami menyertai mereka yang terluka dan seluruh masyarakat yang terdampak oleh tragedi meledak tragedi ini," ucapnya.
Hubungan internasional antara Jakarta dan Washington telah berlangsung lama melalui berbagai dinamika politik geopolitik kawasan. Landasan demokrasi mendasari setiap kerja sama strategis yang dijalankan kedua negara.
Beberapa tahun terakhir, kedua belah pihak sepakat meningkatkan status hubungan diplomatik menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Peningkatan status ini membuka jalan bagi perluasan investasi dan kolaborasi keamanan yang lebih mendalam di kawasan Indo-Pasifik.