-
Lima negara sahabat menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
-
Mesir kembali menegaskan posisinya sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
-
Negara-negara mitra berkomitmen memperkuat kerja sama strategis dan menjaga stabilitas kawasan global.
Suara.com - Diplomasi internasional Indonesia makin menguat saat lima negara kunci memberi ucapan selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Negara itu di antaranya Amerika Serikat, Mesir, Jerman, Polandia, dan Swiss.
Langkah ini membuktikan bahwa posisi geopolitik Indonesia memiliki daya tarik strategis yang konsisten di mata dunia Barat maupun Timur Tengah. Kemitraan yang terjalin tidak sekadar perayaan seremonial, melainkan fondasi kekuatan politik dan ekonomi yang sudah berjalan puluhan tahun.
Pesan diplomatik utama tertuju pada komitmen bersama dalam menjaga stabilitas kawasan serta pertumbuhan ekonomi antarnegara. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menekankan pentingnya nilai kesetaraan demokrasi dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
![Suasana Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/38006-upacara-hut-ri-di-istana-merdeka-upacara-hut-ri-di-jakarta.jpg)
Sementara itu, Mesir kembali menegaskan peran historisnya sebagai fondasi utama pengakuan kedaulatan Indonesia di awal kemerdekaan.
Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Faraq Elshemy, menegaskan kebanggaan negaranya atas ikatan sejarah panjang yang telah terbangun.
“Mesir sangat bangga dengan ikatan sejarah antara kedua bangsa kita serta statusnya sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” kata Elshemy.
Elshemy menambahkan bahwa negaranya siap memperluas porsi kerja sama strategis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Jerman yang memiliki rekam jejak hubungan bilateral lebih dari tujuh dekade menyoroti pentingnya kepercayaan dalam membangun kemajuan bersama.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menyatakan optimismenya terhadap potensi kolaborasi yang makin erat di masa depan.
“Kami menghargai persahabatan ini dan yakin kerja sama ini akan terus berkembang demi kemajuan dan kesejahteraan kedua negara,” kata Beste.
Beste menilai persahabatan kokoh ini menjadi modal penting untuk memicu kontribusi nyata Indonesia terhadap kedaulatan dan perdamaian dunia.
Komitmen senada datang dari Polandia yang mengajak seluruh pihak merayakan capaian sejarah sekaligus menatap potensi kerja sama yang lebih luas.
Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Barbara Szymanowska, berharap interaksi diplomatik kedua bangsa mendatangkan manfaat konkret bagi rakyatnya.
Di sisi lain, perwakilan Swiss memandang momentum ulang tahun kemerdekaan ini sebagai milestone penting hubungan diplomatik mereka.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Konstantin Obolensky, menggarisbawahi kehangatan penerimaan masyarakat Indonesia sejak ia bertugas.
Perjalanan 75 tahun hubungan resmi Swiss dan Indonesia dinilai Obolensky sebagai capaian membanggakan yang harus terus ditingkatkan.
Rangkaian ucapan diplomatik ini menegaskan bahwa legitimasi kedaulatan Indonesia tetap memegang peranan vital dalam peta politik internasional.
Dukungan internasional terhadap kedaulatan Indonesia memiliki akar sejarah yang sangat kuat, terutama dari Mesir sebagai pelopor pengakuan kedaulatan.
Mesir mencatatkan sejarah dengan memberikan pengakuan de facto pada 22 Maret 1946, yang kemudian disusul pengakuan de jure pada 10 Juni 1947.
Landasan sejarah tersebut menjadi pijakan utama bagi Indonesia dalam mengarungi 81 tahun usia kemerdekaannya sejak proklamasi 1945.
Pada peringatan HUT ke-81 RI ini, pemerintah mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur" sebagai visi pembangunan nasional.
Dukungan dari lima negara sahabat ini memperkuat posisi Indonesia untuk mewujudkan arah kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.