- Warga binaan Lapas Salemba Jakarta merayakan HUT RI ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Perayaan diisi dengan berbagai perlombaan seperti tenis meja, makan kerupuk, balap karung, dan pameran karya.
- Kegiatan tersebut memberikan kebersamaan serta harapan baru bagi warga binaan menjelang kebebasan mereka.
Suara.com - Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT RI ke-81 di Lapas Salemba, Jakarta. Gema sorak-sorai memecah kesunyian yang biasanya menyelimuti Lapas Kelas IIA Salemba.
Senin (17/8/2026) sore, suasana penjara berubah total menjadi panggung perayaan yang penuh energi. Hari itu, kemerdekaan bukan sekadar upacara, melainkan napas baru bagi para warga binaan.
Di dalam sebuah ruangan, puluhan pria berseragam kaos biru dongker dengan tulisan ‘Warga Binaan Lapas Salemba’ di punggungnya tampak antusias.
Mata mereka bergerak lincah, mengikuti arah bola pingpong yang melesat cepat di atas meja.
Dua meja tenis meja menjadi pusat perhatian. Satu untuk partai ganda, satu lagi untuk tunggal. Tak ada kata "mengalah" di sini.
Para pemain melompat ke kanan dan kiri, mengayunkan bet dengan penuh tenaga demi memburu skor.
Setiap poin yang tercipta disambut gemuruh tepuk tangan yang mengguncang ruangan.

Bukan Sekadar Perlombaan, Tapi Ajang Unjuk Karya
Tak jauh dari keriuhan meja pingpong, sisi lain Lapas Salemba menunjukkan wajah yang berbeda.
Deretan lukisan artistik hasil jemari warga binaan terpajang rapi, bersanding dengan hasil bumi seperti telur segar dan sayuran hijau hasil pertanian mandiri mereka.
Tak ketinggalan, produk fashion mulai dari tas, dompet, hingga pakaian berkualitas juga dipamerkan. Ini adalah bukti bahwa di balik jeruji, kreativitas tidak pernah mati.
Semangat di Bawah Terik Matahari
Kemeriahan memuncak di lapangan terbuka. Di tengah lapangan futsal, tali-tali telah dibentangkan dengan kerupuk putih yang menggantung rendah. Ini adalah momen yang paling ditunggu: lomba makan kerupuk.
Ratusan warga binaan berbaris di pinggir lapangan. Mereka berteriak lantang, memberi dukungan bagi rekan-rekan mereka yang sedang berjuang menghabiskan kerupuk tanpa bantuan tangan.
Selain makan kerupuk, Lapas Salemba juga menggelar balap karung, tarik tambang, hingga mini soccer.