Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
Monumen Kebulatan Tekad, dulu bernama Tugu Proklamasi. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Cece, putra mantan komandan PETA Kapten Nasrin, merawat Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok yang awalnya bernama Tugu Proklamasi.
  • Monumen tersebut memiliki berbagai simbol bermakna, seperti rantai persatuan, lima anak tangga Pancasila, badan segi empat, dan bulatan emas.
  • Pengelolaan monumen ini bertujuan menjaga ingatan sejarah perjuangan para pendahulu yang tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Di sana terdapat sebuah bulatan kecil berwarna emas yang menjadi titik pertemuan dari empat penjuru arah. Menurut Cece, bulatan itu melambangkan bersatunya berbagai kelompok perjuangan dalam satu tekad untuk meraih kemerdekaan.

Simbol tersebut kemudian diperkuat dengan kepalan tangan kiri yang menggambarkan keteguhan dalam memegang cita-cita kemerdekaan.

Nama Monumen Kebulatan Tekad pun disebut berkaitan dengan simbol tersebut, meski pada awalnya bangunan itu dikenal sebagai Tugu Proklamasi.

Monumen Kebulatan Tekad, dulu bernama Tugu Proklamasi. (Suara.com/Adiyoga)
Monumen Kebulatan Tekad, dulu bernama Tugu Proklamasi. (Suara.com/Adiyoga)

Bukan Sekadar Mengingat Perjuangan

Bagi Cece, makna monumen tidak berhenti pada berbagai simbol yang melekat di tubuh bangunan. Sebagai putra pejuang, ia melihat keberadaan monumen sebagai pengingat terhadap nilai yang diwariskan para pendahulu, terutama keberanian, keikhlasan, dan ketulusan.

Menurutnya, perjuangan tidak selalu harus dilakukan dengan mengangkat senjata.

"Kita berjuang ini bukan hanya sekadar mengangkat senjata, tidak harus selalu memegang senjata," ujarnya.

Ia menilai generasi muda yang kini menimba ilmu di bangku sekolah juga tengah menjalankan bentuk perjuangannya sendiri.

Bagi Cece, semangat tersebut penting untuk terus diwariskan karena para pejuang kemerdekaan dahulu mempertaruhkan banyak hal tanpa mengharapkan imbalan.

baca juga

"Orang-orang tua kita dulu berjuang tulus ikhlas, berani meninggalkan keluarga, berani mempertaruhkan nyawa sebagai taruhannya," tuturnya.

Ia menyebut perjuangan tersebut dilakukan tanpa mengharapkan upah ataupun imbalan, melainkan semata-mata karena keinginan untuk mencapai kemerdekaan.

Nilai keikhlasan itu pula yang menurut Cece membuat Monumen Kebulatan Tekad memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Bukan hanya warga Rengasdengklok, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah.

Ia bahkan membandingkan penghormatan terhadap monumen tersebut dengan petilasan para wali yang dimuliakan bukan semata karena bangunannya, melainkan karena ketulusan orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan tempat tersebut.

Kini, Monumen Kebulatan Tekad menjadi salah satu penanda penting dalam lanskap sejarah Rengasdengklok. Rantai, lima anak tangga, bentuk segi empat, hingga bulatan emas di puncaknya tidak hanya menjadi ornamen, tetapi juga menyimpan pesan tentang persatuan dan perjuangan.

Bagi Cece, mengelola monumen tersebut bukan sekadar tugas administratif dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang. Ada ikatan sejarah yang membuatnya merasa tengah meneruskan perjuangan sang ayah dalam bentuk yang berbeda.

Jika dulu perjuangan dilakukan dengan keberanian mempertaruhkan nyawa, kini perjuangan itu hadir dalam bentuk menjaga ingatan dan memastikan kisah para pendahulu tetap dikenal generasi berikutnya.

Di sanalah Monumen Kebulatan Tekad menemukan maknanya: bukan hanya sebagai bangunan yang mengingatkan pada masa lalu, tetapi sebagai pengingat bahwa semangat perjuangan dan keikhlasan masih relevan untuk diwariskan hingga hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AMLI dan JICAF Hadirkan 80 Karya untuk 80 Tahun Indonesia Merdeka  di Tugu Proklamasi

AMLI dan JICAF Hadirkan 80 Karya untuk 80 Tahun Indonesia Merdeka di Tugu Proklamasi

Lifestyle | Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:18 WIB

5 Fakta Penting di Balik Peristiwa Rengasdengklok Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

5 Fakta Penting di Balik Peristiwa Rengasdengklok Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 07:18 WIB

Rengasdengklok: Peristiwa Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia

Rengasdengklok: Peristiwa Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia

Your Say | Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:16 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×