Sempat Tertahan Blokade Polisi, Massa BEM UI Akhirnya Long March ke Bundaran HI

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:28 WIB
Sempat Tertahan Blokade Polisi, Massa BEM UI Akhirnya Long March ke Bundaran HI
Iring-iringan massa aksi dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sempat tertahan saat hendak memasuki Jalan RM Margono Djojohadikoesomo atau di depan Graha BNI. (Suara.com/Alif)
baca 10 detik
  • Massa mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Polisi sempat memblokade angkutan demonstran di depan Graha BNI sebelum akhirnya massa melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan kaki.
  • BEM UI terpaksa menggunakan angkot karena sopir kopaja yang dicarter diduga mendapat ancaman pemecatan dari oknum institusi tertentu.

Suara.com - Iring-iringan massa aksi dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sempat tertahan saat hendak memasuki Jalan RM Margono Djojohadikoesomo atau di depan Graha BNI.

Sejumlah Polantas tampak memblokade akses bagi angkot demonstran untuk melintas dengan barrier.

Gesekan kecil juga sempat terjadi saat massa mencoba membawa masuk angkutannya ke Jalan Sudirman.

Polisi beralasan penutupan itu dilakukan karena mereka sudah mempersiapkan tempat parkir khsus bagi kendaraan yang ditumpangi.

Massa akhirnya berhasil melanjutkan memasuki Jalan Sudirman dengan melakukan long march.

Diberitakan sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) siang ini akan melakukan unjuk rasa di kawasan Bundaharan HI, Jakarta.

Tak seperti unjuk rasa pada Rabu (12/6/2026) lalu yang menumpangi kopaja, kali ini mereka berangkat ke titik aksi menggunakan angkot.

Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, mengatakan keputusan itu diambil setelah pihaknya mengetahui bahwa ada dugaan upaya intimidasi terhadap supir-supir kopaja. Padahal saat itu BEM UI hendak mencarter 24 bus kopaja.

"Tapi sayangnya, betul ada kopaja-kopaja kami yang sayangnya banyak sekali dikooptasi-kooptasi dengan berbagai macam institusi," tutur Hafidz kepada awak media pada Selasa (18/8/2026).

baca juga

Hafidz mengatakan para supir kopaja itu diduga mendapat larangan untuk mengangkut massa aksi UI yang hendak melakukan unjuk rasa. Bahkan, lanjut Hafidz, larangan tersebut disertai dengan adanya ancaman pemecatan kepada sopir.

"Kami tidak menyalahkan driver-driver tersebut. Karena mereka hidup di sebuah sistem di mana yang mengakibatkan mereka harus bekerja seperti ini," kata dia.

Iring-iringan massa aksi dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sempat tertahan saat hendak memasuki Jalan RM Margono Djojohadikoesomo atau di depan Graha BNI. (Suara.com/Alif
Iring-iringan massa aksi dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sempat tertahan saat hendak memasuki Jalan RM Margono Djojohadikoesomo atau di depan Graha BNI. (Suara.com/Alif)

Menurut cerita Hafidz, kampus-kampus lain yang hendak mencarter angkutan kebutuhan transportasi juga mengalami tindakan represif serupa.

Karena itu, ia menyayangkan adanya dugaan upaya penghalangan unjuk rasa yang dilakukan oleh oknum tertentu. Padahal, lanjut Hafidz, Indonesia menganut sistem demokrasi yang mensyaratkan adanya keterlibatan dan partisipasi rakyat di dalamnya.

Dalam aksinya, mereka akan membawa delapan tuntutan, yakni:

  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
    2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
    3. Wujudkan reforma agraria sejati
    4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
    5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP
    6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah
    7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana
    8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

12 Petasan dan 6 Botol Kaca Molotov Disita Polisi Jelang Demo di Bundaran HI

12 Petasan dan 6 Botol Kaca Molotov Disita Polisi Jelang Demo di Bundaran HI

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Tim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan 3 Ahli Bongkar 30 Pelanggaran Prosedural Kejagung

Tim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan 3 Ahli Bongkar 30 Pelanggaran Prosedural Kejagung

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Hakim Praperadilan Febrie Beri Peringatan: Jangan Ganggu Independensi Kami

Hakim Praperadilan Febrie Beri Peringatan: Jangan Ganggu Independensi Kami

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!

Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Telkomsat Sediakan Konektivitas Satelit di Ruteng, Maumere dan Larantuka usai Gempa Flores

Telkomsat Sediakan Konektivitas Satelit di Ruteng, Maumere dan Larantuka usai Gempa Flores

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:27 WIB

12 Petasan dan 6 Botol Kaca Molotov Disita Polisi Jelang Demo di Bundaran HI

12 Petasan dan 6 Botol Kaca Molotov Disita Polisi Jelang Demo di Bundaran HI

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Luka Bekas Lindasan Ban di Bypass Bandar Lampung

Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Luka Bekas Lindasan Ban di Bypass Bandar Lampung

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Tim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan 3 Ahli Bongkar 30 Pelanggaran Prosedural Kejagung

Tim Hukum Febrie Adriansyah Siapkan 3 Ahli Bongkar 30 Pelanggaran Prosedural Kejagung

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:22 WIB

Mobil Pelangsir BBM Terbakar Hanguskan SPBU, Polisi Pelalawan Didesak Usut Tuntas

Mobil Pelangsir BBM Terbakar Hanguskan SPBU, Polisi Pelalawan Didesak Usut Tuntas

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!

Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Nyawa Balas Nyawa: Hukum Rimba di Register 45 Mesuji Telan 2 Korban Jiwa

Nyawa Balas Nyawa: Hukum Rimba di Register 45 Mesuji Telan 2 Korban Jiwa

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Hakim Praperadilan Febrie Beri Peringatan: Jangan Ganggu Independensi Kami

Hakim Praperadilan Febrie Beri Peringatan: Jangan Ganggu Independensi Kami

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:14 WIB

6 Rekomendasi Rice Cooker Aesthetic Warna Pastel untuk Dapur Minimalis

6 Rekomendasi Rice Cooker Aesthetic Warna Pastel untuk Dapur Minimalis

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Bacaan Sholawat Diba di Bulan Maulid Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Bacaan Sholawat Diba di Bulan Maulid Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:11 WIB

×