Target PLTS 100 GW Jadi Sinyal Positif, Mengapa IESR Ingatkan Tantangan Implementasinya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Target PLTS 100 GW Jadi Sinyal Positif, Mengapa IESR Ingatkan Tantangan Implementasinya?
Ilustrasi PLTS. Pexels/ Abdulaziz hasan

Suara.com - Pemerintah kembali menegaskan target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Bagi Institute for Essential Services Reform (IESR), target tersebut menjadi sinyal positif bagi arah transisi energi Indonesia.

Target itu menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian IESR dalam menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan pada 14 Agustus 2026.

IESR menilai pidato tersebut menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan ekonomi dan ketahanan energi, terutama dengan menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (14/8). Sumber: Kementrian Keuangan
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (14/8). Sumber: Kementrian Keuangan

Menurut IESR, target PLTS 100 GW menunjukkan energi terbarukan mulai diposisikan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi masa depan dan ketahanan energi nasional.

Namun, target besar tidak otomatis berarti transisi energi akan berhasil. Tantangan berikutnya adalah memastikan angka tersebut diterjemahkan menjadi proyek yang benar-benar dapat dibangun dan beroperasi.

Tantangan bukan sekadar membangun pembangkit
Pembangunan PLTS dalam skala 100 GW membutuhkan fondasi implementasi yang kuat. Regulasi, pembiayaan, jaringan listrik, kesiapan industri, hingga sumber daya manusia perlu dipersiapkan secara bersamaan.

CEO IESR Fabby Tumiwa sebelumnya menjelaskan bahwa karakter pembangkit surya berbeda dengan pembangkit konvensional. Karena bersifat modular, pembangunan PLTS sebenarnya dapat dilakukan secara paralel sehingga berpotensi berlangsung lebih cepat.

Namun, kecepatan pembangunan harus diikuti tata kelola yang mampu mengelola proyek dalam jumlah besar. IESR menekankan pentingnya peta jalan yang jelas, mekanisme pengadaan yang kompetitif, transparansi, pengawasan independen, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Kesiapan jaringan listrik juga menjadi persoalan penting. Penambahan PLTS dalam jumlah besar membutuhkan sistem ketenagalistrikan yang mampu menerima dan menyalurkan listrik dari sumber energi yang produksinya bergantung pada kondisi matahari.

baca juga

Artinya, pembangunan PLTS tidak bisa dipisahkan dari investasi pada jaringan dan sistem kelistrikan.

PLTS 100 GW seharusnya bukan sekadar angka
IESR juga mengingatkan agar keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak kapasitas PLTS yang terpasang.

Pengembangan energi surya perlu dikaitkan dengan tujuan yang lebih luas: memperluas akses listrik, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, membangun industri dalam negeri, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Indonesia sendiri memiliki potensi teknis energi surya sekitar 7,7 terawatt (TW). Potensi tersebut dapat menjadi modal untuk membangun sistem energi yang lebih bersih sekaligus mendukung elektrifikasi dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah di mana PLTS tersebut dibangun dan siapa yang mendapatkan manfaatnya?

IESR mendorong agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang telah memiliki akses listrik relatif baik. Program PLTS juga dapat diarahkan untuk mendukung elektrifikasi desa-desa dan wilayah yang masih tertinggal.

Pada akhir Juli 2026, IESR bahkan mendorong integrasi program PLTS 100 GW dengan program listrik desa. Pendekatan ini dinilai dapat membuat pembangunan energi surya tidak berhenti pada pencapaian kapasitas pembangkit, tetapi turut membuka peluang kegiatan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, target PLTS 100 GW memang menjadi sinyal positif bagi arah kebijakan energi Indonesia. Tetapi, pekerjaan terbesar justru dimulai setelah target ditetapkan.

Pemerintah perlu memastikan target tersebut memiliki perencanaan, regulasi, pembiayaan, jaringan, dan mekanisme pelaksanaan yang jelas. Sebab, keberhasilan transisi energi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas PLTS yang terpasang, tetapi juga oleh sejauh mana energi bersih tersebut mampu memperkuat ketahanan energi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transisi Menuju Motor Listrik: Menguntungkan Kelas Pekerja atau Jadi Beban Baru?

Transisi Menuju Motor Listrik: Menguntungkan Kelas Pekerja atau Jadi Beban Baru?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar

Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga

Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan

Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

Bikin Onar Saat Timnas Juara, 8 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

Sumut | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Review Flex x Cop Season 2: Aksi Gokil Jin Isoo sebagai Detektif Chaebol

Review Flex x Cop Season 2: Aksi Gokil Jin Isoo sebagai Detektif Chaebol

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Laporan BEM UI Masuk Polda Metro, Dugaan Penyerangan Hafidz Hernanda Mulai Diusut

Laporan BEM UI Masuk Polda Metro, Dugaan Penyerangan Hafidz Hernanda Mulai Diusut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:41 WIB

3 Parfum Aerostreet buat Cowok, Cocok Dipakai Daily dan Outdoor

3 Parfum Aerostreet buat Cowok, Cocok Dipakai Daily dan Outdoor

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos

Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Tumbuh Seperti Bunga di Sela Jalanan Aspal

Tumbuh Seperti Bunga di Sela Jalanan Aspal

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Viral Video Chery Omoda 5 Patah As Roda Belakang Kembali Terjadi

Viral Video Chery Omoda 5 Patah As Roda Belakang Kembali Terjadi

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Semarak Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Terasa Sejak di Bandara Lombok

Semarak Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Terasa Sejak di Bandara Lombok

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:35 WIB

BSU 2026 untuk Pekerja Desil Berapa? Ini Ketentuan Penerimanya

BSU 2026 untuk Pekerja Desil Berapa? Ini Ketentuan Penerimanya

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×