Mengejar Potensi Perikanan US$34 Miliar, Mengapa Indonesia Perlu Perkuat Energi Pesisir?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Mengejar Potensi Perikanan US$34 Miliar, Mengapa Indonesia Perlu Perkuat Energi Pesisir?
Ilustrasi nelayan sedang memasukkan hasil tangkapan ke dalam wadah. (dok.Pexels/setengah lima sore)

Suara.com - Indonesia memiliki sumber daya laut yang besar, tetapi nilai ekonomi yang dihasilkan dari sektor perikanan dinilai masih jauh dari potensinya. Pemerintah menyebut nilai ekonomi perikanan Indonesia mencapai sekitar US$34 miliar per tahun. Namun, baru sebagian kecil dari potensi tersebut yang berhasil dinikmati.

Dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia perlu memperkuat sektor perikanan, termasuk melalui modernisasi armada penangkapan ikan.

“Nilai perikanan Indonesia setiap tahun sekitar 34 miliar dollar, namun baru 5 persen yang dapat kita nikmati.”
Prabowo juga menyoroti praktik penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing serta kebutuhan Indonesia untuk membangun armada perikanan modern dalam jumlah besar.

Namun, membangun lebih banyak kapal dan infrastruktur perikanan saja belum cukup. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pengembangan ekonomi kelautan perlu berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan energi, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Modernisasi sektor kelautan perlu dibarengi penguatan ketahanan energi di wilayah pesisir,” kata Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa.

Energi Menentukan Produktivitas Perikanan

Aktivitas perikanan modern membutuhkan energi di hampir setiap rantai produksinya. Pelabuhan, tempat pelelangan ikan, mesin pendingin, cold storage, hingga fasilitas pengolahan hasil laut membutuhkan pasokan listrik yang stabil.

Tanpa energi yang andal, hasil tangkapan ikan berisiko mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke konsumen. Pada saat yang sama, ketergantungan terhadap bahan bakar minyak untuk kapal dan aktivitas produksi dapat meningkatkan biaya operasional nelayan serta pelaku usaha.

Karena itu, menurut IESR, pengembangan energi terbarukan di kawasan pesisir dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kelautan.

baca juga

Energi surya, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan produktif di wilayah pesisir. Mengutip kajian Solar Archipelago, IESR menyebut integrasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dengan sektor produktif berpotensi menjadi penggerak baru perekonomian daerah.

Pendekatan tersebut tidak hanya relevan untuk kawasan industri atau perkotaan, tetapi juga sentra perikanan dan wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan akses energi.

Ketahanan Energi dan Pangan Laut

Hubungan antara energi dan perikanan sering kali luput dari pembahasan ketika pemerintah berbicara tentang potensi ekonomi laut.

Padahal, peningkatan produksi perikanan tanpa perencanaan energi dapat menciptakan persoalan baru. Ketika kebutuhan bahan bakar meningkat, misalnya, biaya produksi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil juga berpotensi ikut meningkat.

Sebaliknya, pasokan energi yang lebih bersih dan terjangkau dapat membantu mengurangi biaya operasional sekaligus menekan emisi dari aktivitas ekonomi di pesisir.

IESR melihat ketahanan energi dan ketahanan pangan laut karena itu perlu dirancang sebagai dua agenda yang saling berkaitan.

Pengembangan cold storage berbasis energi terbarukan, misalnya, dapat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil. Listrik yang stabil juga memungkinkan fasilitas pengolahan hasil laut beroperasi secara lebih optimal dan menciptakan nilai tambah di daerah.

Pendekatan ini sekaligus membuka peluang bagi munculnya lapangan kerja hijau dan memperluas akses masyarakat di wilayah kepulauan terhadap energi bersih.

Jangan Hanya Mengejar Nilai Ekonomi

Potensi US$34 miliar dari sektor perikanan menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dimiliki Indonesia. Namun, mengejar nilai tersebut semata melalui peningkatan produksi dan jumlah armada dapat menyisakan persoalan jika kebutuhan energinya tidak dipersiapkan sejak awal.

Indonesia memiliki ribuan pulau dengan karakteristik geografis dan akses energi yang berbeda-beda. Karena itu, strategi pengembangan ekonomi laut perlu mempertimbangkan bagaimana energi untuk nelayan, pelabuhan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga industri pengolahan dapat disediakan secara andal, terjangkau, dan rendah emisi.

Dengan cara tersebut, pengembangan sektor kelautan tidak hanya menghasilkan lebih banyak ikan, tetapi juga menciptakan nilai tambah di wilayah pesisir, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi sekaligus pangan.

Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana Indonesia mengambil lebih banyak manfaat dari laut, tetapi bagaimana memastikan proses tersebut tidak menghasilkan biaya ekonomi dan lingkungan yang lebih besar di masa depan.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT

Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:02 WIB

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

6 Weton Paling Tahan Energi Negatif Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×