Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU

Bangun Santoso

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:54 WIB
Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU
Logo Nahdlatul Ulama
baca 10 detik
  • Gus Lilur menggagas GERBANG TOLL PBNU pada Jumat, 21 Agustus 2026, untuk mengajak peserta Muktamar ke-35 menolak LPJ PBNU.
  • Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf merespons tenang dan memastikan persiapan Muktamar pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Jombang berjalan maksimal.
  • Gerakan tersebut menyoroti konflik internal, kebijakan administratif daerah, masalah hukum tokoh, serta pentingnya evaluasi kinerja konkret bagi umat.

Suara.com - Dinamika politik internal menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, semakin memanas.

Muncul sebuah seruan yang dinamakan sebagai GERBANG TOLL PBNU atau Gerakan Bareng Tolak LPJ PBNU. Gerakan ini secara terbuka mengajak para peserta Muktamar untuk bersikap kritis terhadap kinerja kepengurusan pusat.

Seruan tersebut digelorakan oleh HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan merupakan bentuk permusuhan terhadap institusi NU maupun para pengurus yang akan segera mengakhiri masa khidmahnya.

Sebaliknya, GERBANG TOLL PBNU diposisikan sebagai ajakan bagi para muktamirin untuk menggunakan hak organisasional mereka dalam menilai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBNU secara objektif, terbuka, dan bertanggung jawab.

Gus Lilur berpendapat bahwa LPJ seharusnya tidak hanya menjadi dokumen formalitas dalam forum Muktamar, melainkan instrumen evaluasi yang mendalam terhadap kinerja kepengurusan selama satu periode.

"Karena itu, penerimaan LPJ tidak semestinya dilakukan hanya karena tradisi sungkan, penghormatan kepada pengurus, atau keinginan menjaga suasana tetap harmonis. Jika terdapat persoalan mendasar yang belum terjawab, muktamirin memiliki hak untuk mempertanyakannya dan bahkan menolak LPJ," ujar Kyai kampung, Jumat (21/8/2026).

Salah satu poin krusial yang disoroti Gus Lilur adalah konflik internal di tubuh PBNU yang sempat mencuat secara terbuka pada akhir tahun 2025.

Fenomena saling pemberhentikan antar-pengurus dan klaim kewenangan di tingkat pimpinan dinilai telah mencederai marwah organisasi.

Menurutnya, masalah tersebut seharusnya diselesaikan melalui mekanisme musyawarah internal yang bermartabat.

baca juga

"Warga NU di tingkat akar rumput tidak pernah meminta pertunjukan konflik tersebut dan justru membutuhkan organisasi yang memberikan keteladanan dalam persaudaraan," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Lilur menekankan bahwa evaluasi terhadap kepengurusan PBNU harus didasarkan pada hasil konkret yang bisa dirasakan langsung oleh warga Nahdliyin.

Ia mempertanyakan indikator capaian nyata, seperti keberadaan rumah sakit atau kampus yang benar-benar berdiri sebagai hasil kerja nyata kepengurusan, bukan sekadar seremoni atau publikasi program.

"Pertanyaan ini diajukan untuk mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi seharusnya tidak berhenti pada banyaknya kegiatan administratif, tetapi harus terlihat dalam perubahan nyata kehidupan umat," tanyanya.

Pengusaha nasional asal Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy yang dikenal sebagai Gus Lilur, mengungkapkan bahwa surat elektronik (surel) yang pernah ia kirimkan kepada Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari pemerintah. [Dok Pribadi]
HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. [Ist]

Tradisi para pendiri NU seperti Kiai Wahab Chasbullah, KH Hasyim Asy'ari, dan KH Bisri Syansuri yang meninggalkan warisan institusi nyata disebut sebagai rujukan utama.

Gus Lilur menilai semangat membangun lembaga dan karya nyata tersebut perlu kembali menjadi tolok ukur bagi kepengurusan saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU

Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender

Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta

Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"

Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:29 WIB

Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara

Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:51 WIB

Terkini

5 Pompa Pendorong Shower yang Tidak Bising dan Watt Kecil

5 Pompa Pendorong Shower yang Tidak Bising dan Watt Kecil

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Villa Mewah Terbakar Gara-gara Penghuni Usir Laba-laba Pakai Api

Villa Mewah Terbakar Gara-gara Penghuni Usir Laba-laba Pakai Api

Bali | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Mamin Rp15,26 Miliar di Pemkab Tangerang Dilaporkan ke Kejari

Pengadaan Mamin Rp15,26 Miliar di Pemkab Tangerang Dilaporkan ke Kejari

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Harga Kedelai Makin Mahal, Mendag Pertimbangkan Beri Subsidi ke Petani

Harga Kedelai Makin Mahal, Mendag Pertimbangkan Beri Subsidi ke Petani

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

DPR Resmi Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Inisiatif, Puan Tegaskan Komitmen Selesai 15 Desember

DPR Resmi Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Inisiatif, Puan Tegaskan Komitmen Selesai 15 Desember

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Dugaan Teror ke Pengurus BEM UI di Tebet Sempat Disangka Aksi Begal Jalanan

Dugaan Teror ke Pengurus BEM UI di Tebet Sempat Disangka Aksi Begal Jalanan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Koordinator BEM UI, JPW Sebut Jadi Uji Nyali Kapolri Baru

Kasus Kekerasan Terhadap Koordinator BEM UI, JPW Sebut Jadi Uji Nyali Kapolri Baru

Jogja | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kim Hye Yoon Gabung Hwang Minhyun dalam Diskusi Bintangi Iseop's Romance

Kim Hye Yoon Gabung Hwang Minhyun dalam Diskusi Bintangi Iseop's Romance

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:30 WIB

KPK Pastikan Panggil Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus Suap HGB

KPK Pastikan Panggil Nusron Wahid Pekan Ini Terkait Kasus Suap HGB

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:29 WIB

KPK Yakin Surat Panggilan Sudah Diterima, Ingatkan Nusron Wahid Wajib Hadir!

KPK Yakin Surat Panggilan Sudah Diterima, Ingatkan Nusron Wahid Wajib Hadir!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:24 WIB

×