Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

Vania Rossa

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:29 WIB
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
Kondisi Bandara Douw Aturure Nabire pada Jumat (21/8/2026) sore yang tertutup asap. ANTARA/HO-UPBU Bandara Nabire
baca 10 detik
  • Kebakaran lahan warga di dekat Bandara Douw Aturure Nabire menyebabkan jarak pandang turun drastis pada Jumat.
  • Plt Kepala UPBU Alrido Simanjuntak menyatakan pengelola membatalkan dua penerbangan serta menutup bandara sementara sore hari.
  • Petugas pemadam kebakaran berupaya menyemprot air agar api dari luar tidak merambat masuk area bandara.

Suara.com - Aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, terganggu akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat (21/8/2026). Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sekitar bandara turun drastis hingga kurang dari 70 meter.

Akibat kondisi tersebut, pengelola Bandara Douw Aturure membatalkan dua penerbangan yang dijadwalkan beroperasi pada Jumat sore.

Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire, Alrido Simanjuntak, mengatakan penerbangan yang terdampak adalah Nam Air rute Nabire-Makassar dan Wings Air rute Timika-Nabire.

“Jarak pandang tadi sudah kabur di bawah 70 meter, padahal jarak pandang untuk penerbangan seharusnya 5 kilometer. Karena kondisi tersebut, ada dua penerbangan yang terdampak akibat asap ini,” ujar Alrido di Nabire, Jumat (21/8/2027), dikutip dari ANTARA.

Penerbangan Nam Air yang sedianya berangkat dari Nabire menuju Makassar sekitar pukul 15.30 WIT dibatalkan. Sementara itu, pesawat Wings Air dari Timika yang dijadwalkan tiba di Nabire sekitar pukul 16.00 WIT juga terdampak kondisi cuaca akibat asap.

Demi keselamatan penerbangan, penumpang, dan awak pesawat, Bandara Douw Aturure kemudian ditutup sementara mulai sekitar pukul 15.30 WIT.

Jarak Pandang Membaik, Belum Aman untuk Penerbangan

Lebih dari satu jam setelah kondisi memburuk, jarak pandang di kawasan bandara mulai meningkat menjadi sekitar 100 meter. Namun, kondisi tersebut masih jauh dari batas yang dibutuhkan untuk memastikan penerbangan dapat kembali berlangsung normal.

Alrido mengatakan pihaknya juga belum dapat memastikan kondisi operasional penerbangan pada Sabtu (22/8).

baca juga

“Untuk besok saya belum bisa memastikan. Petugas pemadam masih berusaha menjaga agar api tidak meluas ke area bandara,” katanya.

Gangguan penerbangan tersebut bukan disebabkan api yang sudah memasuki kawasan bandara. Menurut Alrido, sumber asap berasal dari lahan warga yang terbakar di sekitar bandara.

Lokasi kebakaran disebut hanya berjarak sekitar 70 meter dari pagar perimeter Bandara Douw Aturure. Api masih ditahan agar tidak merambat masuk ke kawasan bandara, sementara asap telah terbawa hingga ke area operasional.

“Kalau apinya tidak masuk karena teman-teman dari unit pemadam kebakaran berusaha menjaga api agar tidak masuk ke daerah runway. Asapnya yang masuk,” ujar Alrido.

Untuk mencegah api menjalar ke kawasan bandara, petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan air, terutama pada tumbuhan yang berada di sepanjang pagar perimeter.

Penerbangan Pagi hingga Siang Masih Normal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'

Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan

Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Terkini

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana

Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

×