Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:01 WIB
Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'
Menhut Raja Juli. [Suara.com/dok]
baca 10 detik
  • Nadya Alfi Roihana dari DPP PKB mengkritik Kementerian Kehutanan di Jakarta pada Jumat (21/8/2026) karena hanya reaktif memadamkan karhutla.
  • Ia mendesak pemerintah fokus memperbaiki tata kelola kawasan hulu dan tidak membiarkan siklus kebakaran hutan berulang setiap tahun.
  • Nadya menegaskan perusahaan pengelola konsesi harus bertanggung jawab penuh agar pemulihan lingkungan tidak dibebankan kepada negara.

Suara.com - Wakil Ketua Harian DPP PKB sekaligus Inisiator PKB EcoGen, Nadya Alfi Roihana, melontarkan kritik terhadap cara kerja Kementerian Kehutanan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Nadya mendesak pemerintah tidak hanya terjebak pada aksi reaktif saat api sudah berkobar, tetapi fokus membenahi tata kelola kawasan secara fundamental.

Menurut Nadya, penanganan karhutla selama ini cenderung bersifat seremonial di lapangan tanpa menyentuh akar persoalan.

“Menhut jangan cuma cosplay damkar. Masyarakat lebih butuh tata kelola kawasan daripada sekedar atraksi main selang,” tegas Nadya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Nadya, meski faktor alam seperti El Nino turut berpengaruh, faktor manusia tetap menjadi pemicu utama. Ia menyayangkan siklus tahunan karhutla yang seolah dibiarkan terus berulang tanpa perubahan strategi yang signifikan di tingkat hulu.

"Kalau kita sudah tahu kawasan yang rawan, tahu titik-titik yang berulang terbakar, tahu faktor manusianya, bahkan sudah banyak pelaku yang diproses hukum, pertanyaannya kenapa kebakaran tetap berulang? Jangan sampai setiap tahun kita hanya mengulang siklus yang sama: api muncul, aparat turun, pelaku ditangkap, api dipadamkan, lalu tahun berikutnya terjadi lagi,” jelasnya.

Nadya juga mempertanyakan efektivitas penggunaan data yang dimiliki Kementerian Kehutanan.

Menurutnya, data mengenai kawasan rawan dan riwayat kebakaran seharusnya menjadi basis perubahan kebijakan dalam pengelolaan kawasan, bukan sekadar arsip pemantauan.

"Kemenhut sudah punya data kawasan rawan dan riwayat kebakaran. Yang menjadi pertanyaan, setelah kita tahu kawasan mana yang berulang terbakar, apa yang berubah dalam cara kawasan itu dikelola?” kata Nadya.

baca juga
Sejumlah wisatawan melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]
Sejumlah wisatawan melintasi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]

Lebih lanjut, ia menyoroti tanggung jawab para pengelola konsesi atau perusahaan yang memegang kendali atas kawasan hutan. Nadya mengingatkan agar beban pemulihan lingkungan akibat kebakaran tidak terus-menerus dibebankan kepada negara, sementara pihak pengelola hanya menikmati keuntungan.

“Jangan sampai keuntungan dari pengelolaan kawasan dinikmati secara privat, tetapi ketika kawasan terbakar, biaya pemadaman dan pemulihannya kembali ditanggung negara dan masyarakat. Pengelola kawasan harus ikut bertanggung jawab memastikan kawasan yang mereka kelola tidak menjadi sumber kebakaran berulang,” ujarnya.

Nadya menambahkan, keberhasilan pemerintah dalam menangani karhutla tidak boleh hanya diukur dari kecepatan memadamkan api atau banyaknya penangkapan pelaku, tetapi juga kemampuan menurunkan frekuensi dan luas area yang terbakar setiap tahun.

“Kita tidak kekurangan pengalaman menghadapi karhutla. Kita juga tidak kekurangan data. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk membenahi hulunya. Kalau kawasan yang sama terus terbakar, berarti ada persoalan tata kelola yang belum selesai,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

Kalimantan Disebut Setengah Neraka, Pemerintah Didesak Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

KPK Panggil Stafsus Menhut Andi Saiful Haq, Usut Misteri Amplop Bupati Kuansing

KPK Panggil Stafsus Menhut Andi Saiful Haq, Usut Misteri Amplop Bupati Kuansing

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan

Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Penerbangan di Kalimantan Kacau Balau, Penumpang Terlantar Hingga Pembatalan

Penerbangan di Kalimantan Kacau Balau, Penumpang Terlantar Hingga Pembatalan

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Karhutla Kalimantan Kian Parah, DPR Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Karhutla Kalimantan Kian Parah, DPR Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Donasi NTT Masih Berjalan, Melanie Subono Menuju Kebakaran Hutan Kalimantan

Donasi NTT Masih Berjalan, Melanie Subono Menuju Kebakaran Hutan Kalimantan

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:37 WIB

PNKT Kerahkan Personel Karang Taruna Bantu Penanganan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

PNKT Kerahkan Personel Karang Taruna Bantu Penanganan Karhutla Sumatera dan Kalimantan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×