Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

Galih Prasetyo

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi
Kejadian 28 Tahun Lalu Terulang Lagi: Kebakaran Hutan Kalimantan di Tengah Krisis Ekonomi [Suara.com/ai]
baca 10 detik
  • Hingga 20 Agustus 2026, satelit NOAA-20 mendeteksi 1.487 titik panas di Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah sebagai wilayah terbanyak.
  • Kondisi udara akibat kebakaran menyebabkan jarak pandang di Pontianak dan Palangka Raya menurun drastis pada 19 Agustus 2026.
  • Dampak asap kebakaran turut mengganggu negara tetangga hingga menyebabkan penutupan 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia.

Laporan David Lamb lebih lanjut menyoroti perihal lemahnya penegakan aturan pemerintah terhadap perusahaan yang memiliki kepentingan di sektor kehutanan.

Ludwig Shindler, ahli manajemen kebakaran asal Jerman yang jadi narasumber laporan itu mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki koordinat titik-titik kebakaran.

Namun, menurut dia, penindakan terhadap perusahaan tertentu sulit dilakukan karena adanya perlindungan dari pihak yang memiliki hubungan dengan lingkaran kekuasaan.

"Sebanyak 160 perusahaan Indonesia dituduh bertanggung jawab atas kebakaran pada tahun sebelumnya. Namun, hanya 46 perusahaan yang diperiksa secara menyeluruh dan hanya lima yang akan dituntut," tulis laporan itu.

Kabut Asap 1998 Ancam Negara Tetangga

Menurut laporan itu, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan Indonesia.

Jika angin membawa asap ke utara pada April atau Mei, kabut asap berpotensi kembali menyelimuti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina.

Kondisi di sejumlah wilayah Kalimantan bahkan sudah mengkhawatirkan.

Kabut asap dilaporkan cukup tebal hingga mengganggu jarak pandang dan menyebabkan sejumlah jalan ditutup.

baca juga

Kota Kuching, Malaysia, juga mencatat indeks polusi udara mencapai 400.

Angka tersebut berada pada tingkat yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Malaysia menjadi salah satu negara yang paling khawatir terhadap kemungkinan terulangnya krisis asap.

Saat itu Malaysia tengah mempersiapkan Commonwealth Games pada September 1998 setelah menginvestasikan sekitar US$520 juta untuk penyelenggaraan ajang tersebut.

Kabut asap tebal dikhawatirkan membuat wisatawan enggan datang dan menimbulkan persoalan kesehatan bagi para atlet serta masyarakat.

Di tahun itu, Menteri lingkungan negara-negara ASEAN dalam pertemuan di Kuching membuat sejumlah langkah pencegahan dan pemantauan disepakati.

"Malaysia diminta meningkatkan pencegahan kebakaran, Singapura memperkuat pemantauan melalui satelit, sedangkan Indonesia didorong untuk meningkatkan upaya pemadaman," tulis laporan LA Times.

"Namun, Indonesia menghadapi keterbatasan besar dalam menangani kebakaran. Upaya membuat hujan buatan menggunakan tiga pesawat dilaporkan tidak membuahkan hasil, sementara jumlah truk tangki pemadam juga terbatas.

Pemerintah kemudian menjalankan program untuk melatih 1.000 tentara sebagai pemadam kebakaran,"

Menariknya laporan media barat di 1998 juga menyoroti perihal kebakaran hutan Kalimantan dengan krisis ekonomi yang terjadi saat itu.

Sejumlah analis politik Barat pada saat itu menilai krisis ekonomi dan kebakaran hutan memiliki persoalan mendasar yang sama, yakni lemahnya penegakan regulasi.

Mereka menilai aturan lingkungan tidak efektif apabila hanya diterapkan kepada masyarakat kecil, sementara perusahaan yang memiliki hubungan dengan elite kekuasaan sulit disentuh.

"Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Indonesia memiliki rencana besar untuk mengubah lebih dari 40 juta acre kawasan hutan hujan menjadi lahan pertanian dan permukiman hingga 2020," tulis laporan LA Times.

Selain LA Times, dari penelusuran Suara.com, sejumlah media barat lain yang mengangkat persoalan kebakaran Kalimatan pada 1998 diantaranya, The Washington Post terbit 13 Februari 1998 dengan judul Indonesian Crisis Prompts Fears of New Smoke Pollution.

Lalu ada The Independent terbit 25 Februari 1998 dengan judul Indonesia fires rage out of control.

The Washington Post terbit 15 Februari 1998 memiliki judul Malaysia Asks Indonesia to Put Out Fires.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!

Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:36 WIB

Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi

Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla

Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan

Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton

Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila

Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:46 WIB

5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review

5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya

Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku

Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi

Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

×