- Gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 161.084 orang mengungsi dan 91 korban meninggal dunia.
- Anak-anak di pengungsian menghadapi risiko kesehatan fisik akibat minimnya fasilitas sanitasi serta ancaman tekanan psikologis mendalam.
- Plan Indonesia menyalurkan bantuan darurat serta memberikan layanan dukungan psikososial dan perlindungan bagi kelompok rentan terdampak.
Selain bantuan kebutuhan dasar, layanan dukungan psikososial bagi anak turut diberikan untuk membantu mereka menghadapi dampak psikologis akibat bencana.
“Dalam kondisi darurat, kita perlu memastikan bantuan benar-benar menjawab kebutuhan anak dan keluarga, termasuk kebutuhan yang sering tidak terlihat, seperti rasa aman anak, kebersihan menstruasi bagi remaja perempuan, akses toilet yang aman, dan dukungan psikososial,” ujar Dini.
Plan Indonesia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, klaster kemanusiaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Kebutuhan, keselamatan, dan pemenuhan hak anak diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam setiap tahapan penanganan hingga pemulihan pascagempa Flores.