Gempa 5,9 Magnitudo Sebabkan Pipa Bawah Tanah Pecah, Bagaimana Kondisi PLTN Jepang?

Galih Prasetyo

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:14 WIB
Gempa 5,9 Magnitudo Sebabkan Pipa Bawah Tanah Pecah, Bagaimana Kondisi PLTN Jepang?
Foto udara menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang rusak akibat gempa di kota Futaba, Prefektur Fukushima di Jepang pada 12 Maret 2011. [AFP/Jiji Press]
baca 10 detik
  • Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang kawasan Kanto, Jepang, pada Minggu (23/8/2026) dini hari.
  • Sedikitnya 37 orang mengalami luka-luka dan layanan transportasi mengalami keterlambatan akibat guncangan tersebut.
  • Otoritas memastikan tidak ada peringatan tsunami serta tidak ada kerusakan abnormal pada fasilitas nuklir.

Suara.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang kawasan Kanto, Jepang, pada Minggu (23/8/2026) dini hari.

Guncangan terasa luas, termasuk di Tokyo, dan sedikitnya 37 orang dilaporkan terluka.

Menurut laporan Associated Press, gempa berpusat di bagian selatan Prefektur Ibaraki dengan kedalaman sekitar 68–70 kilometer.

Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan karena gempa terjadi di daratan dengan pusat gempa cukup dalam.

Guncangan membuat banyak warga terbangun dari tidur.

Sebagian korban mengalami luka setelah terjatuh dari tempat tidur atau terbentur perabot ketika berusaha menyelamatkan diri dalam kondisi panik.

Dari total korban, 15 orang berada di Tokyo, sembilan di Saitama, delapan di Kanagawa, empat di Chiba, dan satu orang di Ibaraki.

Guncangan juga dirasakan di wilayah yang lebih luas, mulai dari Fukushima dan Miyagi hingga Yamanashi, Nagano, Niigata, dan Shizuoka.

Profesor Institut Penelitian Gempa dan Tsunami Universitas Tokyo, Shinichi Sakai, menjelaskan bahwa kedalaman pusat gempa membuat getaran terasa di wilayah yang lebih luas.

baca juga

“Gempa terjadi di tempat yang relatif dalam sehingga menyebabkan banyak wilayah merasakan guncangan kuat,” ujarnya.

Transportasi terganggu, pipa air pecah

Gempa menyebabkan sejumlah layanan transportasi mengalami keterlambatan.

Kereta ekspres menuju Tokyo dan Bandara Narita serta beberapa jalur lokal di kawasan timur laut Jepang sempat terdampak.

Namun, layanan kereta cepat Shinkansen tetap beroperasi normal.

Di Tokyo, petugas juga menangani genangan air yang diduga berasal dari pipa bawah tanah yang pecah akibat guncangan.

Sebuah pusat perbelanjaan bahkan dilaporkan mengalami keluarnya busa pemadam kebakaran setelah sistem perlindungan kebakaran aktif secara tidak sengaja.

Sementara itu, otoritas Jepang memastikan belum menemukan kondisi abnormal di sekitar belasan pembangkit listrik tenaga nuklir dan fasilitas terkait material nuklir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

×