- Kandidat Gubernur Ancash Susy Isabel Aponte Polo tewas ditembak saat kampanye di Caraz Peru.
- Sebelum tewas pada 19 September 2026, Susy sempat melaporkan adanya ancaman pembunuhan dari lembaga pemasyarakatan.
- Polisi telah menangkap satu warga negara Venezuela sebagai tersangka awal beserta barang bukti senjata api.
Suara.com - Jurnalis sekaligus kandidat Gubernur Regional Ancash, Peru, Susy Isabel Aponte Polo, yang dikenal sebagai La China Polo tewas dalam serangan saat melakukan kampanye.
Video detik-detik Susy Isabel tewas mengenaskan viral di sosial media.
Sebelum tewas mengenaskan di hadapan para pendukungnya sendiri, Susy sempat mengungkap dugaan ancaman terhadap dirinya beberapa hari sebelum tewas ditembak.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Polo mengaku mendapat panggilan telepon dari sejumlah lembaga pemasyarakatan.
Ia juga menyebut adanya peringatan mengenai rencana serangan terhadap dirinya.
“Mereka telah memerintahkan serangan terhadap saya,” kata Polo dalam video tersebut, seperti dikutip dari Infobae.
Ia juga menyebut nama Jenderal Polisi Nasional Peru (PNP) Víctor Revoredo Farfán dalam pernyataannya.
Polo mengatakan telah melaporkan ancaman tersebut kepada lembaga terkait sebelum akhirnya tewas dalam serangan bersenjata.
Terima Tiga Panggilan dari Penjara
Dalam video yang dipublikasikan sekitar sepekan sebelum pembunuhan, Polo mengaku mengalami intimidasi dan tekanan.
Ia mengatakan tiga panggilan yang diterimanya berasal dari tiga lembaga pemasyarakatan berbeda.
Menurut pengakuannya, isi komunikasi tersebut berkaitan dengan ancaman terhadap keselamatannya.
Polo kemudian mengaitkannya dengan dugaan perintah yang ia atribusikan kepada Revoredo.
Jurnalis tersebut juga mengklaim telepon selulernya telah disadap.
Ia menghubungkan dugaan intimidasi itu dengan aktivitas jurnalistiknya yang kerap mengangkat laporan mengenai dugaan korupsi dan persoalan sejumlah pejabat maupun institusi di Ancash.
Meski mendapat ancaman, Polo mengatakan tidak akan menghentikan aktivitas jurnalistiknya.
Ia menyatakan akan terus melakukan investigasi dan menyampaikan laporan kepada publik.
Dibunuh Saat Kampanye di Caraz
Peringatan tersebut kembali menjadi sorotan setelah Polo ditembak ketika menjalankan aktivitas kampanye di Caraz, Provinsi Huaylas, pada Sabtu, 19 September 2026.
Polo saat itu tengah menjalankan kegiatan politik sebagai kandidat Gubernur Regional Ancash dari gerakan Socios por Ancash.
Serangan terjadi di kawasan sekitar pasar Caraz dan menyebabkan Polo meninggal dunia akibat luka tembak.
Polisi kemudian menangkap seorang warga negara Venezuela yang disebut sebagai tersangka awal dalam kasus tersebut.
Senjata api juga disita dalam proses penangkapan, sementara penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain dan motif pembunuhan.