Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

Bangun Santoso

Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB
Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan
Ilustrasi rumah susun. [Ist]
baca 10 detik
  • Perum Perumnas menyediakan 1.377 unit hunian subsidi perkotaan di kawasan TOD dan Kemayoran.
  • Unit di Margonda dan Tanjung Barat terserap habis, serta Perumnas berencana menambah tower di Serpong.
  • Pemerintah mendukung program ini melalui kebijakan harga dan KPR FLPP dengan tenor empat puluh tahun.

Suara.com - Sebanyak 1.377 unit hunian subsidi disiapkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di sejumlah kawasan perkotaan.

Hunian tersebut terdiri dari 768 unit yang berada di tiga kawasan Transit-Oriented Development (TOD) dan 609 unit di Kemayoran, Jakarta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 768 unit hunian subsidi di kawasan TOD tersebar di Samesta Mahata Tanjung Barat sebanyak 256 unit, Samesta Mahata Margonda 182 unit, dan Samesta Mahata Serpong sebanyak 330 unit.

Sementara itu, 609 unit lainnya dikembangkan melalui Samesta Alonia Jakarta di Kemayoran dalam bentuk hunian vertikal.

Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan penyediaan hunian bagi MBR di kawasan perkotaan perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, tidak hanya harga rumah, tetapi juga akses transportasi dan jarak menuju pusat aktivitas.

“Hunian yang terjangkau bagi MBR tidak cukup hanya diukur dari harga rumah. Lokasi, akses terhadap transportasi publik, serta biaya dan waktu perjalanan sehari-hari juga menentukan keterjangkauan yang sesungguhnya,” ujar Imelda, Kamis (24/9/2026).

Dalam pengembangan kawasan TOD, Perumnas berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia untuk mengintegrasikan kawasan hunian dengan sistem transportasi publik.

Dari 768 unit subsidi yang dialokasikan di tiga kawasan TOD, hunian di Samesta Mahata Margonda dan Samesta Mahata Tanjung Barat sudah terserap habis.

Sementara itu, Perumnas berencana kembali membangun tower hunian subsidi di Samesta Mahata Serpong untuk memenuhi kebutuhan MBR.

baca juga

Selain kawasan TOD, hunian subsidi juga dikembangkan di sejumlah wilayah lain, seperti Samesta Sentraland Cengkareng, Samesta Grand Sentraland Karawang, Samesta Jakabaring Palembang, Proyek Jatim II Pasuruan, dan Proyek Cirebon.

Di Jakarta, Perumnas mengembangkan Samesta Alonia Jakarta di Kemayoran dengan 609 unit hunian subsidi vertikal.

Pengembangan tersebut menjadi salah satu alternatif hunian bagi MBR di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.

Imelda mengatakan keterjangkauan hunian bagi MBR perlu dilihat secara lebih luas, termasuk biaya transportasi, waktu perjalanan, serta akses terhadap fasilitas dan pusat kegiatan.

“Perumnas ingin agar MBR tidak selalu dihadapkan pada pilihan antara rumah yang terjangkau tetapi jauh dari pusat aktivitas, atau lokasi yang strategis tetapi tidak terjangkau. Melalui TOD, pengembangan hunian subsidi vertikal maupun landed, Perumnas berupaya menghadirkan alternatif hunian yang lebih dekat, terkoneksi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan,” kata Imelda.

Dari sisi pembiayaan, penyesuaian kriteria dan batasan harga satuan rumah susun melalui kebijakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman membuka peluang bagi lebih banyak hunian untuk diakses melalui skema pembiayaan bersubsidi.

Pemerintah juga mendorong skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 40 tahun untuk mendukung akses kepemilikan hunian pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Penyediaan hunian tersebut menjadi bagian dari dukungan Perumnas terhadap Program 3 Juta Rumah melalui pengembangan hunian subsidi di kawasan perkotaan dan sejumlah wilayah lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Mengenal Solusi Pendingin Udara FLiFE untuk Berbagai Kebutuhan, dari Hunian hingga Industri

Mengenal Solusi Pendingin Udara FLiFE untuk Berbagai Kebutuhan, dari Hunian hingga Industri

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

Jakarta-Depok Turun, Rumah di Bekasi-Tangerang Paling Banyak Diburu Konsumen

Jakarta-Depok Turun, Rumah di Bekasi-Tangerang Paling Banyak Diburu Konsumen

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 19:38 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Mengintip Pasar Modern di Tengah Kawasan Hunian yang Bukan Sekadar Tempat Belanja

Mengintip Pasar Modern di Tengah Kawasan Hunian yang Bukan Sekadar Tempat Belanja

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 15:35 WIB

Industri Tambang Butuh Hunian Cepat, Solusi Modular Mulai Dilirik

Industri Tambang Butuh Hunian Cepat, Solusi Modular Mulai Dilirik

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:38 WIB

Krisis Lahan di Kota Besar, Tren Properti Ini Bikin Warga Pindah ke Pinggiran

Krisis Lahan di Kota Besar, Tren Properti Ini Bikin Warga Pindah ke Pinggiran

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 05:40 WIB

Terkini

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:36 WIB

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:32 WIB

Skin Barrier Sehat! 4 Pelembap Cream Squalane Kunci Hidrasi Kulit Kering

Skin Barrier Sehat! 4 Pelembap Cream Squalane Kunci Hidrasi Kulit Kering

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:30 WIB

Kenapa Perut Bunyi Padahal Tidak Lapar? Ini 6 Alasannya Secara Medis

Kenapa Perut Bunyi Padahal Tidak Lapar? Ini 6 Alasannya Secara Medis

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 07:20 WIB

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Badland Hunters: Ketika Dunia Hancur, Apa yang Membuat Kita Tetap Bertahan?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:10 WIB

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Daftar Shio yang Ditakdirkan Kaya Raya dan Sukses di Usia Tua

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 06:50 WIB

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Di Balik Kekecewaan 5 cm, Saat Nostalgia Terbentur Realitas Prekuel

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 06:45 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

×