- Vina, seorang penyandang disabilitas daksa, mendatangi Job Fair di GOR Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (23/9/2026).
- Ia hadir tanpa membawa CV dan dokumen lamaran demi mencari peluang kerja serta perusahaan yang menerima disabilitas.
- Ia berharap pemerintah daerah memperluas akses kerja dan semakin banyak perusahaan yang menerima pekerja penyandang disabilitas.
Suara.com - Vina (35), penyandang disabilitas daksa, datang ke Job Fair Jakarta Barat di Gelanggang Olahraga (GOR) Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/9/2026), dengan satu tujuan: mencari peluang kerja.
Tak seperti pencari kerja lainnya yang datang membawa CV dan dokumen lamaran, Vina justru datang dengan modal nekat. Ia bahkan langsung menuju lokasi job fair dari rumah sakit.
“Jujur aja ini modal nekat. Aku dari rumah sakit langsung ke sini. Dan aku nggak bawa CV, nggak bawa apa pun, tapi aku datang,” kata Vina kepada Suara.com, Rabu (23/9/2026).
Bagi Vina, datang ke job fair menjadi bagian dari usahanya untuk kembali membangun kehidupan setelah menjadi penyandang disabilitas pada 2025.
Sejak saat itu, ia mengaku terus memantau peluang kerja. Ia tak ingin keterbatasan fisik membuatnya berhenti mencari kesempatan untuk berkembang.
“Sudah lama banget. Apalagi semenjak disabilitas. Itu benar-benar setiap hari aku pantengin. Kalau disabilitas, aku kan dari 2025. Tapi aku tetap almost selalu mencari kerja,” ujarnya.
Vina pun tak hanya menunggu lowongan pekerjaan. Selama mencari kerja, ia berusaha mengembangkan kemampuan dan mengumpulkan pengalaman melalui berbagai kegiatan.
Mulai dari berjualan kecil-kecilan, mengikuti program magang, hingga menjadi relawan, dilakukan Vina untuk tetap produktif.
“Aku tetap berusaha untuk mencoba membangun diri aku, entah lewat hal kecil ataupun aku bikin jualan kecil-kecilan, ataupun magang, dan termasuk aku jadi relawan,” tuturnya.
Karena itu, kehadirannya di job fair bukan sekadar untuk mencari pekerjaan. Vina juga ingin menemukan perusahaan yang mau memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja dan berkembang.
Ia ingin membuktikan bahwa dirinya tetap bisa berkontribusi dan tidak hanya menjadi penerima bantuan.
“Aku juga pengen ngelihat bahwa aku di sini itu pengen berguna, nggak mau cuma menerima bantuan aja karena selama aku jadi disabilitas,” katanya.
Di lokasi job fair, Vina mengetahui hanya ada tiga perusahaan yang disebut membuka kesempatan bagi pekerja disabilitas. Dua di antaranya, TP Indonesia dan Alfa, sementara satu perusahaan lainnya belum sempat ia datangi karena berada di bagian ujung lokasi.
“Karena di sini katanya cuma ada tiga yang menerima disabilitas ini TP, Alfa, satu lagi yang di ujung, aku belum nyampe sana,” ungkapnya.
Vina berharap semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Ia juga meminta pemerintah daerah ikut memperluas akses kerja bagi kelompok disabilitas.
"Semoga aja apapun nanti tempat kerjanya, mereka mau menerima orang keterbatasan kayak aku gini," katanya.
Jika mendapat kesempatan bekerja, Vina memastikan dirinya siap memberikan kemampuan terbaik untuk perusahaan yang menerimanya.
"Dan tenang aja, siapapun yang nerima aku, aku akan ibaratnya feedback-nya memberikan 100 persen kemampuan aku, di luar dari jalan kaki maksudnya. Itu untuk membantu bener-bener mengembangkan dan growth itu ibaratnya tempat kerja aku,” pungkasnya.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini