Sosiolog UMY Sebut Pemakzulan Gibran Sulit Terjadi Tanpa Dorongan Politik Kekuatan Dalam

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 24 September 2026 | 12:24 WIB
Sosiolog UMY Sebut Pemakzulan Gibran Sulit Terjadi Tanpa Dorongan Politik Kekuatan Dalam
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc]
baca 10 detik
  • Sosiolog UMY Zuly Qodir menyatakan pemakzulan Wapres Gibran sulit terwujud tanpa dukungan politik internal parlemen.
  • Zuly menilai dinamika politik saat ini masih minim dorongan signifikan untuk menggoyahkan posisi Gibran tersebut.
  • Hasil gugatan hukum di MK bergantung pada keputusan hakim serta dukungan partai politik di DPR RI.

Suara.com - Isu pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan bergulir dinilai sulit terwujud apabila hanya didorong oleh gerakan dari luar parlemen.

Tanpa adanya konsolidasi dan dorongan kekuatan politik dari dalam, wacana tersebut diprediksi sekadar menjadi kegaduhan di ruang publik dan opini massa.

Sosiolog Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menggarisbawahi pentingnya peta kekuatan politik internal dalam menentukan nasib wacana pemakzulan tersebut.

"Ya realistis saja, kalau memang ada hal yang sangat memungkinkan untuk melakukan pemakzulan ya dilakukan, tapi kalau tidak ada hal yang memungkinkan atau yang luar biasa untuk memakzulkan ya hanya terjadi di tingkat demonstrasi di tingkat opini saja," kata Zuly saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2026).

Zuly menilai dinamika politik saat ini masih minim dorongan signifikan untuk menggoyahkan posisi Gibran tersebut.

Menurut pengamatannya, konstelasi politik yang ada di dalam parlemen maupun lingkaran kekuasaan masih cenderung stabil dan tenang.

"Kalau hanya dari luar, dari dalam tidak, itu menjadi sulit, ya itu hanya suasana gaduh di luar tapi di dalam sebetulnya tenang-tenang saja," ujarnya.

Terkait dengan rangkaian proses hukum serta gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keabsahan syarat pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 lalu, Zuly menegaskan bahwa hasil akhirnya sangat bergantung pada putusan majelis hakim dan reaksi partai politik penggawa parlemen.

Forum Purnawirawan TNI serukan pemakzulan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. (ist)
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka digoyang isu pemakzulan. (ist)

Tanpa dukungan politik di DPR, persidangan hanya menjadi rutinitas hukum yang menghabiskan energi tanpa dampak politik nyata.

baca juga

Mengenai gugatan syarat pendidikan cawapres, Zuly turut menyoroti wacana penerapan aturan yang dinilai berpotensi mengada-ada apabila dipaksakan berlaku surut khusus untuk periode kepemimpinan saat ini.

Langkah mendesak perubahan aturan secara surut memicu spekulasi publik mengenai motif dan agenda terselubung di balik gugatan tersebut.

"Nah, kenapa tidak tahun 2004? Kenapa tidak tahun 2009? Orang pasti bertanya begitulah, saya sebagai pengamat juga mengatakan begitu, wah ya kalau hanya tahun 2024 saja ke sana berarti ini memang ada kepentingan tertentu, conflict of interest daripada mereka yang mengajukan, gitu," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk melihat konstelasi politik secara rasional dan jernih.

Menurutnya, ketimbang terjebak dalam kegaduhan yang tidak mendasar menjelang pelantikan, sikap kritis publik seharus dimaksimalkan pada momentum Pemilu berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:10 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

Terkini

TECNO Megapad 2 Resmi di Indonesia: Tablet Tipis dengan Layar 2,5K dan Sentuhan AI

TECNO Megapad 2 Resmi di Indonesia: Tablet Tipis dengan Layar 2,5K dan Sentuhan AI

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 12:20 WIB

Eks Dirjen PHU Hilman Latief Terima Uang dalam Amplop dan Goodie Bag dari Direktur Maktour

Eks Dirjen PHU Hilman Latief Terima Uang dalam Amplop dan Goodie Bag dari Direktur Maktour

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:19 WIB

Electricity Connect 2026: PLN Group Berkolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Electricity Connect 2026: PLN Group Berkolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:15 WIB

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:11 WIB

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:06 WIB

Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:02 WIB

Bos Geng Motor di Makassar Ditangkap Saat Asyik Live Tiktok

Bos Geng Motor di Makassar Ditangkap Saat Asyik Live Tiktok

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 12:01 WIB

Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan

Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 12:01 WIB

Kultus Mi Instan: Mengurai Sejarah Politik Pangan Indonesia

Kultus Mi Instan: Mengurai Sejarah Politik Pangan Indonesia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Akses Jalan Padang-Solok Sudah Bisa Dilalui Pasca Banjir Bandang

Akses Jalan Padang-Solok Sudah Bisa Dilalui Pasca Banjir Bandang

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

×