Kuliah Gratis di PTN Dinilai Bisa Bikin PTS Kolaps, Pemerintah Diminta Siap-siap

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 24 September 2026 | 18:14 WIB
Kuliah Gratis di PTN Dinilai Bisa Bikin PTS Kolaps, Pemerintah Diminta Siap-siap
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mewacanakan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri yang dinilai berpotensi mengancam eksistensi Perguruan Tinggi Swasta.
  • Gerry Katon Mahendra menyatakan pada Kamis (24/9/2026) bahwa kebijakan tersebut dapat menyebabkan migrasi mahasiswa, kolapsnya PTS, serta pemutusan hubungan kerja.
  • Pemerintah diminta merumuskan mitigasi seperti perluasan KIP Kuliah untuk PTS, pembatasan kuota PTN, dan pemberian insentif fiskal agar tercipta keadilan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto yang menghembuskan wacana pendidikan tinggi gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) perlu dinilai secara lebih luas.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan ekosistem pendidikan nasional jika tidak disertai mitigasi matang bagi keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Dosen sekaligus peneliti Program Studi Administrasi Publik Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Gerry Katon Mahendra, menilai gagasan yang disampaikan kepala negara itu memang menunjukkan komitmen terhadap Pasal 31 UUD 1945.

Namun, pengutamaan fasilitas penuh pada PTN tanpa kebijakan pendamping bagi PTS menyimpan persoalan mendasar yang selama ini luput dari diskursus publik.

"Apabila program kuliah gratis yang hanya berlaku di PTN tanpa disertai kebijakan pendamping bagi PTS, sudah barang tentu calon mahasiswa baru akan memilih PTN guna menghindari beban biaya. Migrasi masif ini yang nantinya akan membuat PTS kehilangan minat masyarakat secara drastis hingga berujung kolaps," kata Gerry, Kamis (24/9/2026).

Menurut Gerry, kebijakan yang memicu perpindahan calon mahasiswa secara besar-besaran tersebut diprediksi akan mengancam daya tahan finansial operasional ribuan PTS di Indonesia.

"Jika situasi ini dibiarkan tanpa mitigasi yang tepat, akan ada banyak ribuan PTS yang gulung tikar sebagai akibat dari dampak kekurangan mahsiswa, kekurangan biaya operasional hingga penutupan program studi dan institusi," tandasnya.

Dampak sistemik dari minimnya pendaftar ini dipastikan tidak hanya merusak daya saing institusi. Lebih dari itu, turut mengancam kelangsungan hidup para tenaga pengajar dan pekerja di sekitar kawasan kampus.

"Dampaknya juga akan semakin meluas karena akan ada banyak dosen dan tenaga kependidikan yang kehilangan pekerjaan, berhentinya perputaran ekonomi di lingkungan sekitar kampus serta dampak ekonomi lainnya," ujarnya.

baca juga
Gerry Katon Mahendra, S.IP., M.I.P., Dosen Administrasi Publik UNISA Yogyakarta.(Dokumentasi Pribadi)
Gerry Katon Mahendra, S.IP., M.I.P., Dosen Administrasi Publik UNISA Yogyakarta.(Dokumentasi Pribadi)

Menanggapi potensi krisis tersebut, kata Gerry, penataan regulasi dan alokasi anggaran diminta tidak semata-mata menguntungkan institusi negeri.

Negara dinilai perlu menempatkan PTS sebagai mitra strategis yang telah lama menyokong kapasitas tampung pendidikan nasional yang tidak sanggup dipenuhi oleh PTN.

"Di sinilah ruang keadilan harus dapat dilaksanakan sebaik mungkin, kebijakan kuliah gratis tidak hanya dijadikan karpet merah bagi PTN semata, melainkan dirancang sebagai kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh elemen bangsa, baik yang menempuh Pendidikan di PTN maupun PTS, serta bagi penyelenggara PTS yang merupakan mitra negara dalam penyediaan akses Pendidikan," tuturnya.

Ia mendorong pemerintah merumuskan skema jalan tengah agar kebijakan pendidikan ini tidak destruktif. Beberapa langkah konkret yang ditawarkan meliputi perluasan KIP Kuliah untuk PTS, pembatasan kuota mahasiswa baru di PTN, pemberian insentif fiskal berupa pengalihan subsidi atau keringanan pajak operasional, hingga pemberian insentif berbasis standar mutu unggul bagi PTS.

"Keadilan dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bukan hanya soal menggratiskan satu jenis kampus dan membiarkan kampus lainnya berjuang sendirian, melainkan tentang memastikan hak masing-masing komponen anak bangsa dapat tersedia secara adil dan proporsional," tandasnya.

Selain isu keadilan bagi PTS, kalkulasi atas kemampuan fiskal negara, akurasi basis data penerima bantuan, serta transparansi tata kelola seleksi masuk PTN tetap menjadi catatan kritis yang wajib diselesaikan pemerintah sebelum merealisasikan janji politik tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:29 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

Prabowo Mau Sekolah hingga Universitas Negeri Gratis, Bagaimana Skemanya?

Prabowo Mau Sekolah hingga Universitas Negeri Gratis, Bagaimana Skemanya?

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:39 WIB

Stop Judi Online! KKN UNISA Yogyakarta Edukasi Pemuda Jomblangan

Stop Judi Online! KKN UNISA Yogyakarta Edukasi Pemuda Jomblangan

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 09:23 WIB

Buntut OTT Rektor Unsoed, Anggota DPR Desak Pemerintah Audit Nasional Jalur Mandiri PTN

Buntut OTT Rektor Unsoed, Anggota DPR Desak Pemerintah Audit Nasional Jalur Mandiri PTN

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:25 WIB

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Mitos PTN vs PTS: Label Kampus Tak Pernah Menjamin Otakmu Berkelas

Mitos PTN vs PTS: Label Kampus Tak Pernah Menjamin Otakmu Berkelas

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:16 WIB

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:25 WIB

Terkini

Gerah Dikloning, Piaggio Patenkan Bentuk 3D Vespa: Pabrikan Lain Gak Boleh Bikin Motor Mirip Lagi?

Gerah Dikloning, Piaggio Patenkan Bentuk 3D Vespa: Pabrikan Lain Gak Boleh Bikin Motor Mirip Lagi?

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:12 WIB

Bebas Kilap! 4 Physical Sunscreen Silica untuk Kontrol Sebum Kulit Sensitif

Bebas Kilap! 4 Physical Sunscreen Silica untuk Kontrol Sebum Kulit Sensitif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:10 WIB

KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah

KPA: Jangan Lagi Kriminalisasi Petani dan Masyarakat Adat yang Perjuangkan Tanah

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:09 WIB

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Humbahas

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 18:06 WIB

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

Ada Staf Terluka Saat Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:03 WIB

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:01 WIB

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:00 WIB

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

×