Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 23 September 2026 | 14:29 WIB
Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan
Presiden Prabowo Subianto. (presidenri.go.id)
baca 10 detik
  • Pengamat UGM menyatakan rencana pendidikan tinggi gratis oleh Presiden Prabowo masih berupa wacana politik abstrak.
  • Kebijakan tersebut berpotensi membebani APBN secara masif dan merusak sistem subsidi silang antar golongan ekonomi mahasiswa di kampus.
  • Pemerintah disarankan mengkaji ulang kemampuan fiskal negara bersama kementerian terkait dan memprioritaskan bantuan bagi mahasiswa.

Suara.com - Rencana Presiden Prabowo Subianto mewujudkan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri dinilai belum bisa segera direalisasikan.

Pengamat Kebijakan Pendidikan UGM, Agustinus Subarsono, menyebut gagasan tersebut masih berupa wacana politik mengingat skema pelaksanaannya belum jelas.

"Saya pikir pernyataan tersebut baru wacana politik belum dapat direalisir segera karena masih abstrak," kata Subarsono, saat dihubungi Suara.com, Rabu (23/9/2026).

Disampaikan Subarsono, bahwa pemerintah sebenarnya telah menggratiskan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Meskipun biaya seragam serta buku masih ditanggung orang tua.

Menurutnya, janji Presiden dinilai lebih relevan diimplementasikan pada jenjang perguruan tinggi negeri yang memiliki keragaman model manajemen. Mulai dari PTN Satuan Kerja, PTN Badan Layanan Umum (BLU), hingga PTN Berbadan Hukum (PTN-BH).

Selain itu setiap kategori universitas negeri memiliki tingkat otonomi keuangan serta besaran operasional yang sangat berbeda.

Universitas bernaung PTN-BH seperti UGM, UI, dan ITB misalnya, mengelola dana secara mandiri dengan besaran SPP yang relatif tinggi demi menutupi biaya operasional serta kebutuhan belanja pegawai.

"Kalau pemerintah juga harus membayar uang kuliah di PTN-BLU dan PTN-BH tentu saja membutuhkan dana APBN sangat besar karena uang SPP tidak ringan dan apakah tidak mengganggu alokasi anggaran untuk kementerian-kementerian lain?" ujarnya.

Dilema ketidakadilan sosial turut berpotensi muncul apabila pemerintah membebaskan seluruh biaya SPP tanpa menyeleksi latar belakang ekonomi mahasiswa.

baca juga

Hal ini terutama berlaku pada Program Internasional atau International Undergraduate Program (IUP) di berbagai PTN-BH yang mematok biaya pendidikan sangat tinggi dan umumnya diakses oleh kalangan ekonomi mampu.

"Namun, kalau SPP untuk IUP dibayarkan oleh pemerintah, maka ada issue ketidak adilan akan muncul karena mereka yang masuk kelas internasional biasanya berasal dari keluarga golongan ekonomi atas," tandasnya.

Subarsono menuturkan bahwa penetapan subsidi menyeluruh tanpa memandang tingkat ekonomi dinilai merusak sistem subsidi silang yang selama ini berlaku di perguruan tinggi.

Ilustrasi mahasiswa belajar di kampus UGM. [Dok Suara.com/AI]
Ilustrasi mahasiswa belajar di kampus UGM. [Dok Suara.com/AI]

Subsidi dari mahasiswa mampu justru berkontribusi membantu pembiayaan operasional pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

"Justru ketika mahasiswa kaya membayar SPP, maka berarti mereka memberikan subsidi pada masiswa yang berasal dari keluarga miskin. Bukankah itu prinsip yang baik dalam bernegara?" ucapnya.

Dalam kesempatan ini, ia menyarankan agar fokus utama pemerintah diprioritaskan pada mahasiswa dari keluarga miskin absolut di jenjang perguruan tinggi negeri mana saja mereka diterima.

Kebijakan pembebasan SPP bagi seluruh lapisan masyarakat sebaiknya dikaji ulang secara matang bersama Kementerian Keuangan guna mengukur kemampuan fiskal negara secara akurat.

"Idealnya rencana sekolah gratis pada universitas dihitung lebih dulu dengan kementerian terkait, skemanya seperti apa dan kapan akan dimulai dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara melalui pertimbangkan Menkeu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

Kumpulkan Para Menteri, Prabowo Matangkan Rencana Gratiskan Sekolah hingga PTN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:22 WIB

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal, Sosok di Balik Sentilan Cari Muka di Hadapan Prabowo

Video | Selasa, 22 September 2026 | 19:11 WIB

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:26 WIB

Prabowo Minta Segera Tuntaskan IEU-CEPA

Prabowo Minta Segera Tuntaskan IEU-CEPA

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Kehabisan Tiket Pestapora 2026? Tenang, BRImo Bagi-Bagi Tiket Gratis!

Kehabisan Tiket Pestapora 2026? Tenang, BRImo Bagi-Bagi Tiket Gratis!

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 14:31 WIB

Oh My Guard Tayang Oktober, Intip Poster Jung Yong Hwa dan Hong Seung Hee!

Oh My Guard Tayang Oktober, Intip Poster Jung Yong Hwa dan Hong Seung Hee!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:30 WIB

Apakah Air Mawar Viva Mengandung Alkohol? Ini Ciri-Ciri Kulit Tidak Cocok

Apakah Air Mawar Viva Mengandung Alkohol? Ini Ciri-Ciri Kulit Tidak Cocok

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:30 WIB

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:29 WIB

Cara Menyimpan Cabai dan Sayuran di Kulkas agar Awet Tidak Cepat Busuk, Aman Berminggu-minggu

Cara Menyimpan Cabai dan Sayuran di Kulkas agar Awet Tidak Cepat Busuk, Aman Berminggu-minggu

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:26 WIB

Wujudkan Rumah Impian, KPR BRI Tawarkan Suku Bunga Rendah Mulai 1,75 Persen

Wujudkan Rumah Impian, KPR BRI Tawarkan Suku Bunga Rendah Mulai 1,75 Persen

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 14:25 WIB

Proses Daur Air Hidrologi dan Tahapannya: Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi

Proses Daur Air Hidrologi dan Tahapannya: Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 14:25 WIB

Yadea OVA Mini Kendaraan Listrik untuk Mobilitas Perkotaan, Dibanderol Rp6,9 Juta

Yadea OVA Mini Kendaraan Listrik untuk Mobilitas Perkotaan, Dibanderol Rp6,9 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 14:25 WIB

4 Cara Membedakan Telur Omega dan Telur Biasa agar Tidak Salah Beli

4 Cara Membedakan Telur Omega dan Telur Biasa agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:23 WIB

Intermittent Fasting Makin Booming, Baik atau Sekedar Gimik?

Intermittent Fasting Makin Booming, Baik atau Sekedar Gimik?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:20 WIB

×