Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun

Bangun Santoso

Kamis, 24 September 2026 | 19:30 WIB
Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka jaringan scam investasi saham dan mata uang kripto internasional. (ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim)
baca 10 detik
  • Polda Jawa Timur bersama PPATK menelusuri transaksi rekening perusahaan senilai Rp3,19 triliun sejak 24 September 2026.
  • Penyidikan mengungkap jaringan internasional di Malaysia dan Vietnam yang menggunakan ratusan akun bank untuk pencucian uang.
  • Polisi telah menyita dana Rp81,5 miliar dari 77 rekening terkait laporan kerugian korban mencapai Rp12,9 miliar.

Suara.com - Polda Jawa Timur menelusuri transaksi sekitar Rp3,19 triliun pada salah satu rekening perusahaan yang diduga berkaitan dengan jaringan scam investasi saham dan mata uang kripto internasional.

“Penelusuran terhadap aliran dana dan aset masih terus kami lakukan bersama PPATK. Kami akan mengembangkan perkara ini, termasuk menelusuri keterlibatan pihak lain yang berada di dalam maupun luar negeri,” kata Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jawa Timur Kombes Pol Bimo Ariyanto di Surabaya, Kamis (24/9/2026).

Bimo mengatakan transaksi sekitar Rp3,19 triliun tersebut tercatat dalam periode 5 Desember 2025 hingga 20 Mei 2026.

Penyidik masih menelusuri transaksi sejumlah rekening perusahaan yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut untuk mengetahui aliran dana serta aset yang diduga berasal dari tindak pidana.

Polda Jawa Timur juga melakukan pendalaman dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan berkoordinasi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain menelusuri aliran dana, penyidik mengembangkan dugaan keterlibatan jaringan di sejumlah negara. Jaringan yang melibatkan FR dan KPP terhubung dari Jakarta, Palangkaraya, Malaysia hingga Vietnam.

Sementara jaringan WH terhubung dari Sukabumi, Jakarta hingga Vietnam. Polisi menemukan lebih dari 10 handphone serta lebih dari 112 akun aplikasi perbankan dan exchanger kripto yang dikirim ke Malaysia.

Selain itu, WH diduga mengirim lebih dari 25 handphone beserta lebih dari 150 akun aplikasi perbankan dan exchanger kripto ke Ho Chi Minh, Vietnam.

Berdasarkan penyidikan sementara, sarana tersebut diketahui digunakan untuk menampung dan melakukan pencucian uang hasil scam kripto.

baca juga

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan polisi telah melakukan pemblokiran dan penyitaan dana dari 77 rekening dengan nilai sekitar Rp81,5 miliar.

Pengungkapan perkara tersebut berdasarkan tujuh laporan polisi dengan kerugian korban sementara mencapai Rp12,9 miliar.

Polisi masih melakukan pendalaman karena jumlah korban maupun pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut diperkirakan dapat bertambah.

Polda Jawa Timur juga berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk mendalami keterlibatan jaringan internasional, termasuk kemungkinan adanya warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan perkembangan teknologi digital juga dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan.

“Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam transaksi keuangan dan kegiatan investasi. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan teknologi untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum,” kata Jules sebagaimana dilansir Antara.

Jules menegaskan Polda Jawa Timur akan terus mengembangkan kasus tersebut dengan menelusuri jaringan, memutus sarana pendanaan, serta mengejar aliran dana dan aset yang diduga berasal dari tindak pidana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Keamanan Industri Kripto Terancam Komputer Kuantum, Apa Itu?

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:27 WIB

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Bitcoin Hingga DOGE Melesat, Indeks CFX10 Terbang Tinggi 5,95%

Bitcoin Hingga DOGE Melesat, Indeks CFX10 Terbang Tinggi 5,95%

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 09:31 WIB

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:40 WIB

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Terkini

Tim Penyelam Temukan 14 Jasad di Bangkai KM Virgo, 93 Korban Masih Dicari

Tim Penyelam Temukan 14 Jasad di Bangkai KM Virgo, 93 Korban Masih Dicari

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:23 WIB

11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid

11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:16 WIB

Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI

Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 19:16 WIB

Sinopsis Seisei no Uzume, Drama Slice of Life Jepang Dibintangi Imoto Ayako

Sinopsis Seisei no Uzume, Drama Slice of Life Jepang Dibintangi Imoto Ayako

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:15 WIB

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 19:11 WIB

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:10 WIB

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

Satu Kru Ditemukan di Enggano, Basarnas Pastikan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Tak Berhenti

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:09 WIB

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

Pileg Tenggelam oleh Pilpres, Said Abdullah Sebut Pemisahan Pemilu Perlu Dikaji Matang

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:05 WIB

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 19:03 WIB

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:00 WIB

×