Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 25 September 2026 | 13:25 WIB
Indonesia Dinilai Salah Arah, Data Statistik Dibuat Terlalu Indah dan Tak Sesuai Realita
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin dalam acara yang digelar Aliansi Ekonom Indonesia bertajuk '1 Tahun 7 Desakan Darurat Ekonomi' di FEB UGM, Jumat (25/9/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Ekonom Wijayanto Samirin menilai kebijakan pemerintah salah arah akibat data statistik yang tidak sesuai realita lapangan.
  • Standar garis kemiskinan nasional Rp699 ribu dinilai terlalu rendah dan dapat melonjak menjadi 64 persen jika menggunakan standar Bank Dunia.
  • Penurunan biaya logistik menjadi 14 persen terjadi karena perubahan metodologi BPS, bukan karena efisiensi nyata di lapangan.

Suara.com - Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti adanya jurang pemisah yang semakin lebar antara klaim keberhasilan pemerintah dengan realitas yang dirasakan oleh masyarakat di lapangan. Ketidaksesuaian ini dinilai bersumber dari penggunaan data statistik yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menurut Wija, sapaan akrabnya, pengelolaan kebijakan nasional saat ini ibarat sebuah kapal besar yang dijalankan dengan penunjuk arah yang keliru. Sehingga, berpotensi membawa dampak buruk bagi ratusan juta rakyat Indonesia.

"Jadi Indonesia itu salah arah, karena kapal kita yang penduduknya 280 juta itu dikemudikan oleh nakhoda dan timnya dengan guidance, kompas, dan segala petunjuk yang salah," kata Wija dalam acara yang digelar Aliansi Ekonom Indonesia bertajuk '1 Tahun 7 Desakan Darurat Ekonomi' di FEB UGM, Jumat (25/9/2026).

Ketimpangan paling mencolok terlihat pada penetapan garis kemiskinan nasional yang saat ini berada di kisaran Rp699.235 per kapita per bulan.

Jika Indonesia mengadopsi standar Bank Dunia dengan menetapkan batas kemiskinan sekitar Rp1,5 juta, maka tingkat kemiskinan nasional diperkirakan akan melonjak drastis hingga menyentuh angka 64 persen.

Sebagai pembanding di tingkat regional, negara tetangga seperti Vietnam yang memiliki tingkat pendapatan per kapita setara dengan Indonesia sudah berani menerapkan batas garis kemiskinan yang jauh lebih realistis bagi warganya.

"Mari kita bandingkan dengan Vietnam, Vietnam sudah berani menggunakan garis kemiskinan Rp1,5 juta untuk masyarakat perkotaan, Rp1,2 juta rupiah untuk masyarakat desa. Ini Vietnam, yang GDP per kapita-nya hampir sama dengan kita, 5.000 US dolar per kapita per tahun," tegasnya.

Selain masalah indikator kemiskinan, kata Wija, anomali data juga ditemukan pada perhitungan biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah mendadak mencatat penurunan biaya logistik secara signifikan dari kisaran 24-25 persen menjadi 14 persen.

Namun, penurunan drastis tersebut terjadi bukan karena efisiensi di lapangan, melainkan akibat perubahan metodologi perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas dengan menghilangkan komponen ekspor dan impor dari variabel standar global.

baca juga

"Pemerintah kita tiba-tiba menolkan itu, sehingga angkanya turun dari 25 ke 14 (persen) seketika dan kalau dibandingkan secara global, itu juga akan tidak apple-to-apple," ujarnya.

Atas dasar itu, Wija mendesak agar pembenahan akurasi data statistik segera dijadikan prioritas utama. Tanpa perbaikan indikator dan kompas kebijakan yang benar, kepemimpinan nasional dinilai akan terus membawa arah pembangunan ke jalur yang keliru.

"Sehingga, sebelum kita betul-betul memperbaiki kompas, memperbaiki kualitas dan akurasi data, siapapun yang menjadi nakhoda itu akan menjalankan kapal ini ke arah yang salah," tandasnya.

"Apalagi kalau nakhoda itu, nakhoda yang tidak mau mendengar siapapun. Jadi perbaikan data statistik merupakan satu prioritas utama," imbuhnya.

Foto: Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:28 WIB

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:23 WIB

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 15:17 WIB

BRI Kembali Gelar BRI inFrame 2026, Rekam Wajah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Lewat Fotografi

BRI Kembali Gelar BRI inFrame 2026, Rekam Wajah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Lewat Fotografi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 14:54 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

Terkini

Rupiah Melemah Mendekati Rp18.000, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa

Rupiah Melemah Mendekati Rp18.000, Airlangga: Fluktuasi Itu Biasa

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:22 WIB

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

3 Lipstik Wardah Matte yang Awet untuk Kondangan, Minim Luntur buat Makan dan Minum

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:20 WIB

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Dituding Adang Ambulans Pembawa Jenazah di Surabaya, Satpol PP Buka Suara: Kaca Spionnya Terlipat!

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 13:18 WIB

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:13 WIB

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:11 WIB

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 13:07 WIB

×