Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB
Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti (kanan) didampingi Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta (kiri) saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (23/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa konflik Timur Tengah dan kebijakan moneter ketat menekan ekonomi global pada September 2026.
  • Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 mencapai kisaran 4,9 hingga 5,7 persen yang ditopang konsumsi rumah tangga dan stimulus.
  • BI memperkuat bauran kebijakan dan sinergi bersama pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi domestik dari ketidakpastian pasar keuangan global.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melihat, prospek perekonomian global masih belum kuat di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan.

Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi antara lain oleh meningkatnya kembali tensi konflik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia.

Adapun, harga minyak dunia sempat menyentuh 132 dolar AS per barel sebelum kembali turun ke level di bawah 100 dolar AS per barel pada 22 September 2026.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan masih lemah, yakni sekitar 3,0 persen, sementara tekanan inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,6 persen. (Bank Indonesia)

"Bank Indonesia juga mencermati arah kebijakan moneter global yang semakin ketat. Suku bunga kebijakan Amerika Serikat atau Fed Funds Rate (FFR) berada pada kisaran 3,75–4,00 persen pada September 2026. Imbal hasil surat utang Pemerintah AS atau US Treasury turut meningkat seiring ekspektasi kenaikan FFR dan besarnya defisit anggaran Amerika Serikat," jelasnya di Gedung BI, Rabu (23/9/2026).

Kondisi tersebut turut menahan preferensi investor global untuk menempatkan dana pada aset portofolio di negara-negara emerging markets.

Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)

Dampaknya, indeks dolar AS masih relatif kuat terhadap mata uang negara maju maupun negara berkembang.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menekankan, pentingnya penguatan koordinasi kebijakan dalam menghadapi tekanan eksternal tersebut.

“Kondisi ini mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," jelasnya.

baca juga

Di tengah tekanan global, perekonomian Indonesia dinilai masih terjaga. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan, didukung berbagai stimulus fiskal Pemerintah serta mulai menguatnya keyakinan dan ekspektasi penghasilan konsumen.

Investasi juga masih tumbuh positif, terutama ditopang investasi Pemerintah. Namun, peran investasi swasta dinilai masih perlu diperkuat agar sumber pertumbuhan ekonomi semakin berimbang.

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor nonmigas menunjukkan peningkatan sejalan dengan naiknya permintaan dari sejumlah negara. Meski demikian, berbagai upaya masih diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat dari kenaikan harga komoditas ekspor.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik, ditopang pelaksanaan berbagai program stimulus Pemerintah, membaiknya keyakinan pelaku ekonomi, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.

Untuk mendukung prospek tersebut, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan Pemerintah.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Ist]
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Ist]

Sebelumnya, BI juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi domestik tetap ditopang permintaan dalam negeri serta berbagai stimulus Pemerintah.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan, setelah tumbuh 5,61 persen pada triwulan I 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Fokus Jaga Rupiah, BI Tahan Bunga Acuan 5,75

Foto | Rabu, 23 September 2026 | 17:28 WIB

Seperti KPR, Pemerintah Butuh 30 Tahun Lunasi Utang BLBI Rp218,3 Triliun

Seperti KPR, Pemerintah Butuh 30 Tahun Lunasi Utang BLBI Rp218,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:06 WIB

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Uang Rupiah Bertanda Tangannya Tetap Laku?

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Uang Rupiah Bertanda Tangannya Tetap Laku?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 14:24 WIB

Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan BI

Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan BI

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 13:05 WIB

Regulasi IHSG Baru dan Sentimen Suku Bunga BI: Analis Rekomendasikan Saham-saham Ini

Regulasi IHSG Baru dan Sentimen Suku Bunga BI: Analis Rekomendasikan Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:39 WIB

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 20:23 WIB

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:18 WIB

Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah

Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah

News | Senin, 21 September 2026 | 12:06 WIB

Minyak Dunia Turun Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan Saudi Jadi Penahan

Minyak Dunia Turun Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan Saudi Jadi Penahan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:58 WIB

Pinjaman Ditolak? Begini Cara Cek Nama Kamu di OJK Lewat HP

Pinjaman Ditolak? Begini Cara Cek Nama Kamu di OJK Lewat HP

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 06:45 WIB

Terkini

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

8 Tips Memilih Bedak Padat yang Cocok untuk Kulit Berminyak, Makeup Jadi Minim Longsor

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:40 WIB

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:34 WIB

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

×