Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB
Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?
Beton yang dituangkan sebagai bagian dari industri konstruksi. Sumber: Shutterstock/Sutipond Somnam

Suara.com - Industri semen dan beton diperkirakan menyumbang sekitar 5-8% dari total emisi karbon dioksida global, menjadikannya salah satu sektor industri dengan jejak karbon terbesar di dunia, menurut data Global Cement and Concrete Association (GCCA).

Namun sebuah temuan baru di India menunjukkan bahwa material ini justru bisa dibalik fungsinya, dari sumber emisi menjadi alat penyerap karbon dioksida dari udara.

Menurut laporan dalam Jurnal Carbon pada 2024, tim peneliti dari Mepco Schlenk Engineering College mengembangkan formula beton baru dengan mencampurkan dua bahan alami, yakni zeolit, mineral berpori yang biasa dipakai sebagai penyaring, dan biochar bambu, arang kaya karbon hasil pembakaran bambu tanpa oksigen. 

Menariknya, beton ini tak hanya "menghirup" karbon, tapi justru menjadi lebih kuat dibanding beton konvensional.

Peneliti menguji beton kelas M35, jenis yang lazim digunakan untuk infrastruktur dengan beban lalu lintas sedang. Mereka mengganti sebagian agregat halus dengan zeolit sebanyak 25 persen dan 50 persen, lalu mensubstitusi semen dengan biochar bambu pada kadar 0,5 persen, 1 persen, dan 1,5 persen.

Dari berbagai kombinasi yang diuji, formula bernama ZB5, campuran 50 persen zeolit dan 1 persen biochar bambu, tampil paling unggul. Kuat tekannya mencapai 38,49 MPa atau 7,48 persen lebih tinggi dibanding beton biasa, sementara kuat tarik belahnya meningkat 15 persen menjadi 4,39 MPa.

Peneliti menduga peningkatan kekuatan ini terjadi karena interaksi antara struktur alumina-silikat pada zeolit dengan kekerasan biochar bambu, yang bersama-sama membentuk matriks semen yang lebih padat.

Yang tak kalah penting, saat diuji dalam ruang karbonasi, beton ZB5 mampu menyerap sekitar 1,2 gram CO2 per hari. Dalam tujuh hari pengujian, gas tersebut bahkan berhasil meresap hingga kedalaman 15 milimeter ke dalam material beton, berkat pori mikro zeolit dan kandungan karbon tinggi pada biochar bambu.

Alat Aktif Pembersih Udara

baca juga

Srinivasan Revathi, penulis utama studi ini dari Departemen Teknik Sipil, menyebut temuan ini sebagai pendekatan dengan dua manfaat sekaligus.

"Kami tidak sekadar menciptakan beton yang lebih kuat, tetapi mengubah material bangunan biasa menjadi alat aktif untuk pemulihan lingkungan. Dengan memadukan zeolit dan biochar bambu, kami bisa membangun struktur yang tidak hanya kokoh, tapi juga secara aktif membersihkan udara dari kelebihan karbon dioksida," ujar Revathi, membuka peluang bagi infrastruktur berkelanjutan di kawasan padat emisi seperti jalan raya perkotaan dan zona industri.

Menurut peneliti, beton jenis ZB5 berpotensi diaplikasikan pada perkerasan jalan, dinding pembatas jalan tol, hingga pipa saluran limbah, jenis infrastruktur yang tetap menjalankan fungsi teknisnya sambil menyerap karbon dari lingkungan sekitar.

Meski begitu, tim peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih berupa pembuktian konsep awal dan perlu pengujian lebih lanjut sebelum bisa diterapkan secara luas. Penelitian selanjutnya akan menguji daya tahan beton ini dalam jangka panjang, mengeksplorasi jenis biochar lain, serta mencoba formula pada berbagai kelas beton dan mortar.

Jika terbukti dapat diproduksi dalam skala lebih besar, inovasi ini bisa menjadi jawaban atas dilema lama industri konstruksi: bagaimana membangun infrastruktur yang kuat tanpa terus menambah beban emisi karbon ke atmosfer.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB

Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON

Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 18:25 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Terkini

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:16 WIB

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 14:01 WIB

×