Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB
Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB
Diplomat Indonesia dan berbagai negara aksi walk out saat Benjamin Netanyahu berpidato di PBB. (Antara)
baca 10 detik
  • Delegasi Indonesia melakukan aksi walkout saat Benjamin Netanyahu hendak berpidato di Sidang PBB.

  • Aksi keluar ruangan tersebut menjadi bentuk solidaritas dan protes atas kejahatan militer Israel.

  • Pemimpin Israel menghadiri sidang di New York di tengah ancaman surat penangkapan ICC.

Suara.com - Sikap tegas ditunjukkan diplomasi Indonesia saat menolak mendengarkan pidato Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu pada Sidang Majelis Umum PBB. Langkah meninggalkan ruang sidang tersebut menjadi simbol perlawanan nyata atas berbagai pelanggaran hukum internasional di tanah Palestina.

Aksi diplomatik ini menegaskan posisi RI yang konsisten berdiri di samping perjuangan rakyat Gaza dan wilayah pendudukan. Indonesia menolak keras segala bentuk normalisasi kekerasan yang terus memakan korban jiwa warga sipil.

Diplomasi Indonesia memilih tidak memberikan panggung bagi pihak yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan global. Langkah serentak bersama puluhan negara lain ini berhasil mencuri perhatian dunia internasional dalam forum tertinggi PBB.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di Markas Besar PBB, New York, Senin (16/2/2026). [Foto: Biro Pers Istana]
Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di Markas Besar PBB, New York, Senin (16/2/2026). [Foto: Biro Pers Istana]

“Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela melalui pernyataan tertulis di Jakarta.

Indonesia mengirimkan pesan kuat kepada publik internasional agar tidak berdiam diri melihat penderitaan yang melanda Gaza. Penegakan hukum internasional harus menjadi panglima dalam menyelesaikan konflik yang berlarut-larut ini.

“Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.

Langkah diplomatik tersebut menjadi manifestasi dari kemarahan global atas krisis kemanusiaan yang tak kunjung mereda. Indonesia menilai kejahatan terhadap warga sipil tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam tatanan dunia modern.

Pemerintah RI mendesak agar seluruh aksi militer yang merusak kedamaian segera dihentikan tanpa syarat. Seluruh hak-hak dasar masyarakat Palestina wajib dikembalikan sebagaimana mestinya.

“Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” kata Netanyahu, sebagaimana disiarkan UN Web TV.

baca juga

Pernyataan bernada sindiran tersebut memicu reaksi keras di dalam forum internasional. Meski disindir, puluhan perwakilan negara tetap memilih melangkah keluar meninggalkan podium pidato.

Kedatangan Netanyahu pada Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York berlangsung di tengah gelombang protes yang makin meluas. Citra diplomatik negara tersebut terus merosot akibat aksi militer yang melintasi batas-batas kemanusiaan.

Pelanggaran atas kesepakatan damai dan eskalasi pertempuran di Lebanon turut memicu amarah negara-negara anggota PBB. Langkah Indonesia walkout pada 24 September 2026 menjadi puncaknya.

Status hukum sang pemimpin Israel juga berada di ujung tanduk di mata peradilan dunia. Surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang masih aktif mengintai dirinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:06 WIB

Terkini

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

×