Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB
Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah
Ketua MPR RI Ahmad Muzani. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan tidak akan terburu-buru menyikapi wacana amendemen UUD 1945 di Bandung.
  • MPR saat ini berfokus menyerap berbagai aspirasi masyarakat guna mengantisipasi konsekuensi besar terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia.
  • MPR meluncurkan buku sejarah untuk mendokumentasikan dinamika perdebatan konstitusi bagi pembelajaran generasi penerus bangsa Indonesia.

Suara.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menegaskan sikap untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait munculnya kembali wacana perubahan atau amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

MPR memilih fokus menyerap aspirasi dan mendengarkan gagasan yang berkembang di masyarakat sebelum menentukan langkah ketatanegaraan selanjutnya.

Hal itu disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menghadiri acara peluncuran buku Risalah dan Sejarah MPR di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Ia menekankan, bahwa perumusan maupun perubahan konstitusi memiliki dampak yang sangat mendalam bagi sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak akan gegabah dalam melakukan perumusan atau perubahan Undang-Undang Dasar tersebut karena kita menganggap perubahan Undang-Undang Dasar 1945 akan membawa konsekuensi yang luar biasa,” kata Muzani dikutip Senin (28/9/2026).

Memasuki kurun waktu sekitar 25 tahun sejak rangkaian amendemen terakhir (1999–2002), muncul berbagai pemikiran di tengah publik mengenai perlunya penyempurnaan atau penambahan pasal dalam UUD 1945.

Kendati begitu, MPR menegaskan belum memiliki draf pasal amendemen dan tidak akan membuka ruang perubahan secara tanpa batas.

“Sekarang pemikiran-pemikiran itu mulai muncul, apakah setelah 25 tahun Undang-Undang Dasar 1945 kita lahirkan perlu ada revisi atau penambahan dalam konstitusi kita,” katanya.

Muzani juga mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah konstitusi Indonesia, termasuk dinamika perdebatan tokoh-tokoh bangsa saat melakukan amendemen pasca-Reformasi.

baca juga

“Mereka bukan sekadar tokoh yang melahirkan pasal demi pasal perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Mereka adalah orang-orang yang memperdebatkan kepentingan satu sama lain, memperdebatkan ide-ide besar, dan akhirnya berhasil menemukan titik temu,” ujarnya.

Ia merinci bahwa proses amendemen sebelumnya telah menghasilkan perubahan signifikan, seperti pembatasan masa jabatan presiden, penguatan Indonesia sebagai negara hukum, perluasan jaminan hak asasi manusia, hingga penerapan sistem pemilihan presiden secara langsung.

“Dalam perubahan Undang-Undang Dasar 1945 juga ditegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sebagai negara hukum kita harus menjunjung hukum sebagai sebuah cara untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan,” katanya.

Selain membahas wacana amendemen, MPR meluncurkan buku sejarah dan risalah perjalanan lembaga.

Gedung DPR MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Gedung DPR MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]

Muzani berharap dokumentasi perdebatan ketatanegaraan dapat terus diperluas dengan menghimpun catatan sejarah dari BPUPKI, PPKI, hingga Konstituante agar dapat dipelajari secara menyeluruh oleh generasi penerus.

“Perdebatan para pendiri bangsa, BPUPKI, PPKI, termasuk Konstituante, harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan karena itu adalah bagian dari praktik ketatanegaraan kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh pembicaraan mengenai masa depan konstitusi harus ditujukan untuk memperkuat prinsip demokrasi dan negara hukum.

“Kesimpulannya, kita telah menuju pada jalan yang benar dalam menjalankan Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Gibran Terancam Diganti? MK Mulai Sidangkan Gugatan PHPU Pilpres 2024

Gibran Terancam Diganti? MK Mulai Sidangkan Gugatan PHPU Pilpres 2024

Video | Kamis, 24 September 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata

Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:59 WIB

Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat

Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:55 WIB

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Industri Tambang Tumbuh, Ekonomi Warga Kawasi Ikut Bergerak

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:54 WIB

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

Peluang Gantikan Kaesang Terbuka Lebar, IPO: Akan Berbeda jika Jokowi Sendiri yang Memimpin PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 10:52 WIB

Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan

Absolute Value of Romance: Tentang Seorang Remaja dan Halunya yang Kejauhan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:51 WIB

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:49 WIB

Tensura Season 4 Cour 3 Lanjut Juli, Spin-off Clayman's Revenge Jadi Anime

Tensura Season 4 Cour 3 Lanjut Juli, Spin-off Clayman's Revenge Jadi Anime

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Pramono Anung Sebut Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York

Pramono Anung Sebut Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Hilirisasi Nikel Ubah Kawasi Jadi Boomtown, Guru Jadi Penjaga Masa Depan Anak Obi

Hilirisasi Nikel Ubah Kawasi Jadi Boomtown, Guru Jadi Penjaga Masa Depan Anak Obi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

×