- Warga mengeluhkan kabel semrawut di Jalan Kuningan Barat Raya Jakarta Selatan.
- Kondisi kabel bawah tanah yang muncul ke permukaan dan menjuntai rendah menyebabkan banyak pengendara motor terpeleset saat hujan.
- Dinas Bina Marga DKI Jakarta menargetkan seluruh kabel udara diputus dan dipindahkan ke bawah tanah pada Oktober 2026.
Suara.com - Kabel semrawut di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dikeluhkan warga karena sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan tuntas.
Warga menyebut kondisi tersebut setidaknya telah terjadi selama lima tahun. Tak hanya mengganggu pemandangan, kabel yang semrawut dan sebagian muncul dari dalam tanah juga menimbulkan persoalan bagi pengguna jalan, terutama saat hujan.
"Udah lama, ada, ya, lima tahunan. Udah begitu aja dari dulu pertama pasang," kata warga bernama Ira (50) saat ditemui di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Menurut Ira, kabel yang semula berada di bawah tanah mulai muncul ke permukaan tidak lama setelah dipasang. Kondisi itu kemudian menjadi masalah ketika hujan karena permukaan jalan menjadi licin.
Sejumlah warga maupun pengendara disebut pernah terpeleset saat melintas di kawasan tersebut.
"Kalau hujan, banyak yang suka jatuh motor. Orang masuknya ke sini, kepeleset. Banyak yang kepeleset," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Herlan (43), pengendara sepeda motor yang kerap melintas di kawasan tersebut. Ia memperkirakan persoalan kabel semrawut sudah berlangsung lebih dari dua tahun, bahkan kemungkinan lebih lama.
"Kayaknya dari dulu enggak ada progres. Kabel-kabel saja yang di atas, apalagi yang di bawah. Ditanam enggak, diberesin juga enggak," tutur Herlan.
Herlan mengatakan persoalan itu tidak hanya terjadi di satu titik. Kabel semrawut disebut terlihat di sejumlah lokasi mulai dari kawasan Gedung Cyber hingga perempatan di sekitar Jalan Kuningan Barat Raya.
"Titiknya lumayan, dari Gedung Cyber kayaknya ada sampai ujung sini, perempatan, banyak titiknya," bebernya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kabel yang menumpuk di tiang serta kabel bawah tanah yang muncul ke permukaan masih terlihat di sejumlah titik.
Sebagian kabel tampak melilit dan bertumpuk pada tiang. Sementara kabel yang menghubungkan satu tiang dengan tiang lainnya terlihat menjuntai cukup rendah.
Kondisi tersebut terjadi di kawasan Gedung Cyber yang merupakan salah satu pusat data telekomunikasi, sehingga bentangan kabel udara di lokasi relatif padat.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebelumnya telah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemilik jaringan utilitas untuk menata kabel-kabel tersebut.
Penataan dilakukan dengan memindahkan kabel udara ke bawah tanah. Dinas Bina Marga menargetkan seluruh kabel udara di kawasan tersebut diputus dan dipindahkan pada Oktober 2026.