-
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
-
Sugiono berpindah tugas dari Menlu RI menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
-
Arrmanatha Nasir merupakan diplomat senior yang berpengalaman sebagai Duta Besar RI untuk PBB dan Perancis.
Suara.com - Bagi jurnalis yang biasa meliput di Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir bukan orang baru. Sosoknya dekat dengan siapa pun, termasuk dengan jurnalis.
Kini Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang baru.
Langkah strategis ini menggeser posisi Sugiono yang kini dipercaya memimpin Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
![Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2026). [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/28/85702-wakil-menteri-luar-negeri-arrmanatha-nasir.jpg)
Keputusan melantik diplomat karier senior tersebut menandai arah baru penguatan diplomasi Indonesia di panggung internasional.
Prosesi pengangkatan jabatan pimpinan tertinggi Kementerian Luar Negeri ini dipimpin langsung Presiden Prabowo di Istana Negara.
Sosok yang akrab disapa Tata ini sebelumnya memegang peran krusial sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih.
Siapa Sosok Arrmanatha Nasir Yang Kini Memimpin Kemlu?
Pria kelahiran Bangkok pada 30 Desember 1971 ini memiliki latar belakang pendidikan internasional yang sangat solid.
Ia menyelesaikan studi sarjana di Universitas Buckingham Inggris sebelum meraih gelar magister dari Universitas Leicester dan Universitas Indonesia.
Karier diplomasinya merambat naik dari tingkat bawah saat bertugas sebagai negosiator di Organisasi Perdagangan Dunia.
Kecakapannya bernegosiasi mengantarkan Tata menduduki posisi Direktur Jenderal Urusan Multilateral di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Ia juga sempat mengasah pengalaman diplomasi di Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, baik di Jenewa maupun New York.
Bagaimana Rekam Jejak Diplomasi Menlu Baru Ini?
Pengalaman kepemimpinannya makin matang saat dipercaya mengemban misi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Andorra, Monako, dan UNESCO.
Atas jasa dan kontribusinya mempererat hubungan antarnegara, pemerintah Perancis bahkan menganugerahkan penghargaan Legion d’Honneur pada 2021.
Sebelum dipanggil masuk ke jajaran kabinet, tugas terakhir yang ia emban adalah Duta Besar Luar Biasa RI untuk PBB.
Perubahan posisi di jajaran menteri ini terjadi dalam penataan ulang dinamika kerja Kabinet Merah Putih.
Sugiono yang sebelumnya memimpin diplomasi luar negeri kini difokuskan untuk mengawal program-program pembangunan manusia serta kebudayaan nasional.