- Aliran air di Jalan F, Rawa Badak, Jakarta Utara, kembali normal pada Kamis, 1 Oktober 2026.
- Petugas PAM dan kelurahan langsung mendatangi warga untuk memastikan seluruh gang mendapatkan pasokan air.
- Sebagian warga masih mengeluhkan air keruh akibat dugaan lumpur yang masuk melalui saluran pipa bocor.
Suara.com - Aliran air di Jalan F, Rawa Badak, Jakarta Utara, kembali mengalir setelah sempat mati selama dua minggu. Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai karena sebagian warga masih mengeluhkan air yang keluar dalam kondisi keruh.
Salah seorang warga, Anna, mengatakan aliran air kini sudah kembali tersedia di seluruh gang. Petugas PAM dan kelurahan juga disebut telah mendatangi warga yang sebelumnya belum mendapatkan aliran air.
"Udah normal, dari pihak PAM udah ditanyain semua ya dari petugas kelurahan juga udah nanyain siapa yang warganya belum nyala di datengin sama dia, alhamdulillah seluruh gang udah ada semua," kata Anna kepada Suara.com di Rawa Badak, Kamis (1/10/2026).
Meski aliran sudah kembali normal, kondisi air yang diterima warga tidak sepenuhnya sama. Sebagian warga masih mendapatkan air keruh.
Anna mengatakan air di rumahnya sudah kembali jernih seperti biasa. Namun, dia masih mendengar keluhan dari warga lain terkait kondisi air.
"Kata orang keruh, tapi kalo saya alhamdulillah bening seperti biasa," ujarnya.
Menurut Anna, keluhan air keruh masih muncul di sejumlah rumah. Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kebocoran saluran yang membuat lumpur masuk ke aliran air.
"Ada masih keruh, karena bocor mungkin campur air got atau apa, keruhnya karena lumpur masuk gitu," kata Anna.
Reporter: Agustin