- Badan Pengelola Dana Perkebunan mendorong hilirisasi sawit, kakao, dan kelapa untuk memperkuat industri pangan domestik.
- Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa hilirisasi komoditas perkebunan merupakan strategi penting dalam transformasi struktur ekonomi nasional.
- Badan Pengelola Dana Perkebunan membuka program pendanaan tahun 2026 yang dapat diikuti oleh berbagai lembaga penelitian dan badan usaha.
BPDP Buka Program Pangan dan Hilirisasi
Untuk mendukung pengembangan tersebut, BPDP membuka Call for Proposal Program Pangan dan Hilirisasi Tahun 2026.
Plt. Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi BPDP, Arfie Thahar, mengatakan program ini dapat diikuti badan usaha, termasuk koperasi dan UMKM, asosiasi atau organisasi profesi di bidang perkebunan, serta lembaga penelitian dan perguruan tinggi.

Pengusul wajib memenuhi sejumlah persyaratan khusus, antara lain memiliki Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) minimal 7, prastudi kelayakan dan/atau Business Model Canvas, serta mitra hilirisasi.
Proposal akan dinilai berdasarkan manfaat ekonomi, nilai tambah dan daya saing dengan bobot 50 persen, kelayakan teknis 25 persen, kelengkapan dan kesiapan 15 persen, serta relevansi program 10 persen.
Batas akhir pengajuan proposal ditetapkan pada 30 Oktober 2026. Seleksi administrasi berlangsung pada 1–14 November 2026, dilanjutkan seleksi substantif pada 14 November–5 Desember 2026 dan tahap presentasi sebelum hasil diumumkan pada Desember 2026.