- Presiden Prabowo melantik Bambang Soesatyo sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Bamsoet menyatakan akan menggunakan pengalaman panjangnya di parlemen untuk memberikan nasihat yang objektif kepada Presiden.
- Ia berkomitmen menjadikan Dewan Pertimbangan Presiden sebagai lembaga pemberi masukan konstruktif yang berpijak pada data serta kepentingan nasional.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Bamsoet mengaku pengalamannya di Parlemen akan dijadikan bekal.
Pengangkatan ini menempatkan Bamsoet pada posisi strategis untuk memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Presiden dengan bekal pengalaman panjang di lembaga legislatif, pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga panggung politik.
"Saya memandang amanah sebagai Anggota Wantimpres sebagai kelanjutan dari pengabdian di lembaga yang berbeda. Selama hampir 20 tahun berada di parlemen, saya belajar bahwa setiap kebijakan negara membutuhkan pertimbangan yang matang, melihat persoalan dari berbagai sudut, sekaligus mendengar suara masyarakat," ujar Bamsoet dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Sabtu (3/10/2026).
"Pengalaman tersebut akan saya bawa dalam menjalankan amanah sebagai Wantimpres," katanya menambahkan.
Penunjukan Bamsoet ini tidak terlepas dari rekam jejak panjangnya di parlemen.
Ia tercatat pernah menduduki posisi Ketua Komisi III DPR RI bidang hukum, HAM, dan keamanan (2016–2018), Ketua DPR RI ke-20 (2018–2019), hingga Ketua MPR RI periode 2019–2024.
Dengan hal itu, ia mengaku akan memberikan pertimbangan yang objektif kepada Presiden Prabowo.
"Saya melihat pengalaman sebagai Ketua DPR dan Ketua MPR memberikan perspektif yang cukup lengkap mengenai bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kebijakan publik, bagaimana aspirasi masyarakat masuk ke dalam proses politik, dan bagaimana lembaga negara harus membangun komunikasi agar keputusan yang diambil dapat berjalan efektif," kata dia.
"Karena itu, saya akan berusaha memberikan pertimbangan yang objektif, berbasis data dan kepentingan nasional," Bamsoet menambahkan.
Pengalamannya di Partai Golkar juga akan dipergunakan dalam jabatannya kali ini sebagai Wantimpres.
"Saya pernah berada di berbagai posisi dalam partai dengan kepemimpinan yang berbeda. Dari sana saya memahami pentingnya menjaga komunikasi, menghormati perbedaan pandangan, dan mencari titik temu ketika kepentingan politik berhadapan dengan kepentingan kebangsaan," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyadari bahwa Wantimpres yang dilantik Prabowo kemarin memiliki latar belakang berbeda-beda. Menurutnya, tantangan tersebut harus bisa dijawab.
"Keberagaman latar belakang anggota Wantimpres justru menjadi kekuatan," kata dia.
Lebih lanjut, pengalaman pemerintahan, parlemen, militer, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat sipil.