- Ibu Ummi berusia 56 tahun yang berjualan ketoprak di Gandaria Utara sejak 2022.
- Ia mengikuti pelatihan bahasa Inggris gratis dan mulai mempraktikkannya kepada pembeli sejak dua minggu lalu.
- Dampak dari penggunaan bahasa Inggris tersebut membuat dagangan ketoprak miliknya menjadi lebih ramai.
Suara.com - Seorang pedagang ketoprak di RT 11/RW 7, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Ibu Ummi (56), memiliki cara unik untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris yang dipelajarinya melalui program latihan gratis di lingkungannya.
Ia mulai melayani pembeli menggunakan bahasa Inggris saat berjualan ketoprak.
Ummi mengaku baru sekitar dua minggu menerapkan bahasa Inggris ketika melayani pembeli.
Hal itu dilakukan setelah mengikuti pelatihan bahasa Inggris gratis yang telah berjalan sekitar satu bulan di wilayahnya.
"Baru dua minggu ini aja sih, soalnya kan pelatihan bahasa Inggris saya juga baru sebulan ya, saya pakai bahasa Inggris gitu, coba-coba gitu," kata Ummi kepada Suara.com di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).
![Seorang pedagang ketoprak di RT 11/RW 7, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Ibu Ummi (56), memiliki cara unik untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris yang dipelajarinya melalui program latihan gratis di lingkungannya. [Suara.com/Agustin Dwi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/03/68210-pedagang-ketoprak.jpg)
Meski baru menggunakan bahasa Inggris saat berjualan selama dua minggu, Ummi sebenarnya telah berjualan ketoprak selama empat tahun.
Ia mulai berjualan sejak 2022 dengan harga Rp13 ribu untuk satu porsi.
Setiap hari, Ummi berjualan mulai pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.
Ia kemudian memanfaatkan aktivitas berjualan sebagai kesempatan untuk terus melatih kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.
Ummi mengatakan dirinya mengikuti program latihan bahasa Inggris tersebut sejak pertama kali dibuka.
Selain ingin mendukung program yang digagas Ketua RT agar warga terbiasa berbicara bahasa Inggris, ia juga memiliki alasan pribadi untuk mengikuti pelatihan tersebut.
"Saya mendukung inovasi dari Pak RT, karena Pak RT kan ingin warganya bisa speaking English gitu. Untuk alasan lainnya saya ini sih cuma ingin melatih otak saya aja nih kan, sudah 56 tahun ya saya pengen ini aja, sekadar pengen refresh otak saya," ujarnya.
Dalam melayani pembeli, Ummi tidak menerapkan percakapan bahasa Inggris secara kaku.
Ia mengaku biasanya menyelipkan percakapan tersebut sambil bercanda, terutama ketika pembelinya merupakan warga RT 11 atau orang yang juga mengikuti latihan bahasa Inggris.
"Sambil bercanda-bercanda aja gitu, terutama kalau yang beli khusus RT 11 gitu, terus yang ikut les bareng juga, sambil speaking English sedikit gitu, sambil melancarkan bahasanya," tuturnya.
Ummi mengatakan ada sejumlah kalimat sederhana yang biasa digunakannya ketika melayani pembeli.
Mulai dari menawarkan bantuan, menanyakan pesanan, hingga menawarkan pilihan tingkat kepedasan dan pelengkap ketoprak.
"Paling, can I help you, sir? How many packs do you ketoprak, spicy or medium spicy, do you like crackers, do you like bean sprouts, atau do you like rice cake," kata Ummi.
Menurut Ummi, respons pembeli terhadap penggunaan bahasa Inggris tersebut cukup beragam.
Sebagian pembeli ikut melayani percakapan dalam bahasa Inggris, sementara lainnya hanya tertawa ketika mendengar dirinya menawarkan ketoprak dengan bahasa tersebut.
"Ya ketawa aja, ada yang ladenin ada yang enggak itu aja sih saya," katanya.
Meski tujuan awalnya untuk berlatih bahasa Inggris, Ummi menyebut penggunaan bahasa tersebut juga membuat dagangannya belakangan terasa lebih ramai.
"Ya alhamdulillah untuk sementara ini agak rame ya, penjualan ketoprak ini, ada peningkatan lah," ujarnya.
Selain untuk menunjang kemampuan berjualan, Ummi mengaku senang mengikuti program tersebut karena bisa berkumpul bersama warga.
Ia juga melihat pelatihan gratis itu sebagai kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.
"Ya senang sih saya, karena kita bisa kumpul. Terus kenapa saya nggak coba gitu kan, ada pelatihan segala, pelatihan itu kan gratis gitu. Saya manfaatkan lah, satu untuk menunjang juga jualan saya gitu," tuturnya.
Ummi berharap usaha ketoprak yang telah dijalaninya selama empat tahun tersebut dapat semakin berkembang.
Di sisi lain, ia juga ingin kemampuan bahasa Inggrisnya semakin lancar dengan terus mempraktikkannya saat melayani pembeli.
"Satu sih harapan saya ketoprak saya makin laris makin maju, terus saya juga bisa lancar speak bahasa Inggrisnya," pungkas Ummi.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini