- Gubernur Pramono menyatakan Jakarta berada di peringkat 140 dari 1.000 kota global.
- Oxford University melaporkan wilayah Jakarta memiliki ancaman kebencanaan yang tinggi akibat dekat dengan kawasan Ring of Fire.
- Pramono meminta seluruh jajaran mengantisipasi kerentanan geologis agar status kota global Jakarta tidak rapuh akibat bencana alam.
Suara.com - Target besar DKI Jakarta untuk bertengger kokoh sejajar dengan kota-kota terkemuka dunia kini berhadapan langsung dengan tingginya kerentanan geologis.
Kondisi tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Bencana di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Jakarta sejatinya berhasil menorehkan lompatan prestasi yang membanggakan di panggung internasional dalam dua tahun terakhir.
”Sekarang ini sebagai kota global, Jakarta menduduki ranking 140 dari 1.000 kota dunia,” beber Pramono.
Kendati demikian, capaian tersebut terus dibayangi riset global mengenai bahaya laten yang terpendam di perut bumi.
”Dari report yang ada, yang dikeluarkan oleh Oxford University tentang kebencanaan, sebenarnya ancaman terhadap negara-negara yang di bawahnya ada Ring of Fire itu cukup tinggi,” sorot Pramono.
Wilayah sekitar Jakarta pun terbilang berdekatan dengan berbagai titik pergerakan kerak bumi yang aktif bergolak.
”Salah satu contohnya adalah, tidak jauh dari tempat ini, berulang kali terjadi bencana. Apakah itu sesar naik turun, lempeng naik turun, atau banjir, permukaan air laut naik turun, dan sebagainya,” kata Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet (Seskab) ini mewanti-wanti bahwa proses pemulihan sarana dan prasarana pascabencana selalu menjadi fase paling berat bagi kelangsungan hidup kota.
”Hampir persoalan penanggulangan setelah bencana terjadi itulah yang sering kali memakan waktu, pikiran, dana yang cukup panjang,” tuturnya.
Kesiapsiagaan infrastruktur mutlak dipacu agar status Jakarta sebagai episentrum ekonomi dunia tidak mendadak rapuh diterpa goncangan bencana alam.
”Sehingga dengan demikian, saya meminta betul kepada seluruh jajaran untuk mengantisipasi dan menjaga hal ini,” pungkas Pramono.