- BGN menguji program MBG metode prasmanan bagi 106 siswa di Yogyakarta.
- Hasil uji coba menunjukkan tingkat kepuasan siswa dan guru mencapai skor maksimal serta kepatuhan APD sebesar 99 persen.
- Program tersebut mencatat sisa makanan seberat 3,3 kilogram yang akan dijadikan bahan evaluasi pola konsumsi menu makanan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan metode prasmanan di dua sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari uji coba tersebut, BGN mencatat masih ada 3,3 kilogram makanan yang tersisa.
Uji coba berlangsung sejak Senin (5/10/2026) di SDN Soprayan dan SD Muhammadiyah Bantar. Sebanyak 106 siswa menjadi penerima manfaat dalam pilot project tersebut.
Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan uji coba dilakukan untuk melihat efektivitas model layanan MBG dengan metode prasmanan sekaligus mengevaluasi pelaksanaannya di lapangan.
"Pelaksanaan pilot project merupakan bagian dari upaya BGN untuk menguji dan mengevaluasi model layanan MBG dengan metode prasmanan," kata Gagat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2026).
Selain menguji alur pelayanan, BGN turut mengevaluasi keamanan pangan, higiene, kenyamanan, kepuasan penerima manfaat hingga pengendalian sisa makanan atau food waste.
"Dari aspek keamanan dan higiene, uji organoleptik pada kedua lokasi dinyatakan layak, sementara tingkat kepatuhan penggunaan APD siswa mencapai 99 persen," ujarnya.
Dari sisi kepuasan, respons siswa dan guru terbilang positif. Tingkat kepuasan penerima manfaat di dua sekolah tersebut mencapai skor 5 dari 5.
Namun, penerapan sistem prasmanan masih menghasilkan sisa makanan. Total food waste dari kedua lokasi mencapai 3,3 kilogram.
"Terdiri dari 1,6 kg di SDN Soprayan dan 1,7 kg di SD Muhammadiyah Bantar," ungkapnya.
BGN akan menjadikan sisa makanan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui pola konsumsi dan menu yang paling sesuai dengan preferensi penerima manfaat.
"Data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat pola konsumsi serta preferensi penerima manfaat terhadap menu yang disajikan," imbuhnya.
Uji coba MBG prasmanan dijadwalkan berlangsung hingga 16 Oktober 2026. Hasilnya akan digunakan BGN untuk menyempurnakan model layanan tersebut.
Evaluasi mencakup pelayanan, keamanan, kualitas makanan, kenyamanan penerima manfaat hingga efisiensi pengelolaan makanan.